Kabupaten Malang, blok-A.com – Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto ungkap fakta terbaru yang ditemukannya atas Tragedi Kelam Kanjuruhan.
Albertus mengatakan, polisi sebagai pihak keamanan sudah menyarankan agar pertandingan laga antara Arema FC lawan Persebeya di Stadion Kanjuruhan itu digelar tidak malam.
Surat permohonan pun sudah dikirim jauh hari sebelum pertandingan Sabtu (1/10/2022) digelar. Surat itu dikirim ke Panitia Penyelenggara.
“Sebenarnya dari pihak polres sudah mengantisipasi jauh-jauh hari dan sudah ngotot dilaksanakan sore hari,” ujarnya.
Alasannya berdasarkan analisa intel polisi, jika pertandingan laga akbar itu digelar malam hari berisiko tinggi terjadi kericuhan.
Seperti diketahui, Arema FC melawan Persebaya Surabaya adalah pertandingan besar. Kedua klub itu telah menjadi rival berpuluh-puluh tahun. Kedua suporter klub tersebut pun dilarang untuk bertandang saat pertandingan kedua klub itu berlangsung.
“Analisa intel Polres bahwa pertandingan potensi harus diwaspadai. Sudah bekirim surat ke Panpel tembusannya ada ke Kapolda untuk diajukan siang hari karena analisa apabila dipaksakan malam hari risikonya sangat tinggi,” bebernya.
Sebagai informasi, pertandingan itu dilaksanakan sekitar pukul 20.00 Sabtu (1/10/2022). Arema FC kalah 2 – 3 dari musuh bebuyutannya Persebaya. Rekor selalu menang di kandang melawan tim Bajul Ijo pun kandas.
Namun permohonan polisi itu ditolak oleh pihak Panpel tanggal 19 September 2022 lalu. Pertandingan yang berakhir kelam bagi Aremania itu tetap digelar malam hari.
Alasannya ialah PT LIB (Liga Indonesia Baru) sebagai pengelola liga sudah ada kontrak hak siar dengan perusahaan yang menyiarkan Liga 1 BRI.
“Ternyta surat ini tidak direspon dengan positif terakhir ada balasan 19 September Liga Indonesia Baru minta untuk tetap sesuai dengan jadwal ditentukan dan dicetak tebal
pertimbangan sudah ada kontrak hak siar,” tutupnya. (bob)










Balas
Lihat komentar