5 Pernyataan Prabowo Soal Danantara, Tugas – Tujuan Pembentukan

Danantara
Kantor Danantara (Foto: batamnewsasia.com)

Blok-a.com – Belakangan ini, pembahasan tentang Danantara yang digagas oleh Presiden RI Prabowo Subianto ramai diperbincangkan publik.

Hingga berita ini ditulis, tagar Danantara di platform X telah mencapai 132 ribu cuitan. Dalam tagar tersebut, banyak warganet yang bertanya-tanya tentang apa itu Danantara.

Prabowo pertama kali memperkenalkan Danantara pada acara World Government Summit, Kamis (13/2/2025), dan kemudian membahasnya lagi dalam beberapa kesempatan, seperti pidato pada HUT Gerindra ke-17, Sabtu (15/2/2025) dan konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/2/2025).

Dirangkum Blok-a.com, Rabu (19/2/2025), berikut beberapa pernyataan Prabowo terkait Danantara

Mengenal Danantara

Dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/2/2025), Prabowo mengungkapkan bahwa Danantara merupakan badan pengelola investasi yang dibentuk untuk mengoptimalkan kekayaan negara melalui investasi strategis. Badan ini nantinya akan diluncurkan pada 24 Februari 2025 mendatang.

“Danantara adalah konsolidasi semua kekuatan ekonomi kita, yang ada di pengelolaan BUMN itu nanti akan dikelola, dan kita beri nama Danantara,” ujar Prabowo dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (19/2/2025)

Lebih lanjut, Prabowo menjelaskan bahwa arti dari nama Danantara adalah Daya Anagata Nusantara. Daya, yang berarti energi atau kekuatan, Anagata yang berarti masa depan, dan Nusantara yang merujuk pada tanah air Indonesia.

“Daya artinya energi, kekuatan. Anagata artinya masa depan. Nusantara adalah Tanah Air kita. Jadi artinya, Danantara ini adalah kekuatan ekonomi, dana investasi, yang merupakan energi kekuatan masa depan Indonesia,” jelas Prabowo.

Tugas Danantara

Danantara bertugas mengelola aset BUMN, termasuk keuntungan atau dividen dari usaha-usaha yang dijalankan BUMN tersebut. Keuntungan yang sebelumnya masuk sebagai penerimaan negara bukan pajak dalam APBN dan diserahkan ke Kementerian Keuangan, kini akan dialihkan ke Danantara untuk diinvestasikan kembali.

“Menginvestasikan sumber daya alam dan aset negara kita ke dalam proyek-proyek yang berkelanjutan dan berdampak tinggi di berbagai sektor seperti energi terbarukan, manufaktur canggih, industri hilir, produksi pangan, dan lain-lain,” kata Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (17/2/2025).

Beberapa aset BUMN yang akan dikelola Danantara antara lain Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Pertamina, PLN, Telkom, dan MIND ID.

Tujuan Pembentukan Danantara

Prabowo menjelaskan bahwa tujuan pembentukan Danantara adalah untuk memperkuat ekonomi Indonesia di masa depan. Menurutnya, Danantara akan menjadi kekuatan ekonomi dan dana investasi yang penting bagi masa depan Indonesia, di mana kekayaan negara akan dikelola dan dihemat untuk generasi mendatang.

“Jadi artinya Danantara ini, kekuatan ekonomi dana investasi yang merupakan energi kekuatan masa depan Indonesia. Kekayaan negara dikelola, dihemat untuk anak cucu kita,” kata Prabowo, Senin (17/2/2025).

Dalam hal ini, Prabowo menargetkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8 persen. Hal tersebut diungkapkan Prabowo dalam World Government Summit 2025 yang dilakukan secara daring, di Jakarta, Kamis (13/2/2025).

“Semua proyek ini akan berkontribusi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi kami sebesar 8%,” tegasnya.

Pendanaan Berasal dari BUMN dan Hasil Efisiensi

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pendanaan awal Danantara diproyeksikan sebesar US$20 miliar, yang berasal dari dividen BUMN dan investasi pemerintah melalui penghematan anggaran negara.

Dividen BUMN mencapai Rp300 triliun, dengan Rp100 triliun dikembalikan ke BUMN untuk modal kerja, sehingga sisa Rp200 triliun dapat digunakan.

Sementara penghematan anggaran, akan dilakukan dalam dua tahap. Penghematan pertama sebesar Rp300 triliun dilakukan sesuai dengan Inpres Nomor 1 Tahun 2025. Penghematan kedua mencapai Rp308 triliun, namun Rp58 triliun akan dikembalikan ke 17 kementerian dan lembaga, sehingga sisa yang dapat dihemat adalah Rp250 triliun.

Total penghematan Rp750 triliun atau sekitar US$44 miliar akan dialokasikan untuk program makan bergizi gratis sebesar US$24 miliar dan sisanya, US$20 miliar, untuk investasi di Danantara.

“Sisanya berati kita punya US$20 miliar, dan ini tidak akan kita pakai. Ini akan kita serahkan ke Danantara untuk diinvestasikan,” jelas Prabowo dalam HUT Gerindra, Sabtu (15/2/2025).

Mantan Presiden RI dan Pimpinan Ormas Agama Jadi Pengawas

Dalam pidato HUT Gerindra ke-17, Prabowo juga menginginkan agar seluruh mantan Presiden RI, termasuk Presiden kelima Megawati Soekarnoputri, Presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden ketujuh Jokowi, berperan sebagai pengawas di Danantara.

“Saya minta semua presiden sebelum saya berkenan ikut menjadi pengawas di Danantara ini,” kata Prabowo.

Selain itu, Prabowo juga berharap agar para pimpinan ormas keagamaan, seperti Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), dapat turut serta dalam mengawasi badan tersebut.

“Saya juga berpikir, kalau perlu, pimpinan NU, Muhammadiyah, mungkin dari KWI ikut juga membantu mengawasi,” sambungnya. (hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com