Soto Ayam Dahlok, Kuliner Legendaris Asal Jember Sejak Tahun 1958

Porsi Soto Dahlok (dok.travelingyuk)
Porsi Soto Dahlok (dok.travelingyuk)

Jember, Blok-a.comAda warung Soto di Kabupaten Jember, Jawa Timur yang berdiri sejak tahun 1950-an dan terus eksis hingga saat ini. Kini di generasi ketiga, pemiliknya tetap menggunakan teknik memasak menggunakan arang dan campuran bumbu tradisional.

Soto ini dikenal dengan sebutan Soto Dahlok oleh warga Jember dan sekitarnya. Warungnya terletak di sebuah gang di pusat kota, tepat di Jalan Fatahilah, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember. Lokasinya berjarak 500 meter di sebelah barat Alun-alun Jember.

Warung Soto Dahlok berdiri sejak tahun 1958 yang dirintis Pak Lan bersama istrinya. Hingga kini jumlah pelanggannya tidak pernah berkurang. Kebanyakan pembeli didominasi oleh kalangan mahasiswa.

Sejak 2009 warung Soto Dahlok dikelola oleh generasi ketiga, Agus Subiantoro dan Dwi Sugianto. Agus Subiantoro, salah satu dari dua pengelola Warung Soto Dahlok Jember, mengatakan kuliner tersebut awalnya dijual dengan menggunakan pikulan rotan sejak tahun 1958 hingga tahun 1980-an.

“Jadi masih di jual di emperan toko dekat jalan raya (Jalan Sultan Agung) setelah itu pindah ke sini, buat warung dari bambu. Kisaran tahun 2000 an, baru buat permanen seperti ini, sampai sekarang,” ujarnya.

Menurutnya, julukan Soto Dahlok sebenarnya berasal dari nama toko kacamata di Jalan Sultan Agung Jember. Karena kuliner ini berada tepat di belakang ruko usaha optik.

“Jadi ada pelanggan yang bilang itu. Katanya, kalau mau beli Soto di belakangnya Dahlok saja. Posisinya ada di depan sana, sementara kakek nenek jualannya di belakangnya,” ungkap Agus.

Namun kini, kata Agus, toko kacamata ini sudah tidak ada di Kabupaten Jember. Sehingga nama tersebut, justru lebih melekat pada warung sotonya.

Meski tergolong generasi modern, mereka tetap mempertahankan teknik memasak tradisional, khususnya penggunaan arang dan kayu bakar. Rasa makanan yang dihasilkan pun akan lebih segar. 

Mereka tetap menggunakan racikan rempah warisan kakeknya, antara lain lengkuas, serai, kemiri, merica, dan jahe. Campuran ayamnya juga bukan sembarangan, yakni ayam kampung muda dengan teksturnya yang lebih lembut.

Rata-rata pembeli datang ke warung soto pada jam makan pada pagi dan sore hari. Pelanggan di Warung Dahlok ini mulai dari pejabat pemerintah, tokoh masyarakat hingga Bupati Jember.

Pembeli yang datang tidak hanya dari Jember tapi juga dari luar Jember. Mereka mengaku ketagihan dengan segarnya rasa soto dan puas dengan porsinya yang jumbo. 

Untuk satu porsi soto ayam di warung ini harganya variatif. Mulai dari porsinya yang sedang harganya 15.000, dan porsi besar harganya Rp22.000. (mg5)

Penulis: Aulia Putri Indrianti (Mahasiswi magang Universitas Trunojoyo Madura)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?