Kota Malang, blok-a.com – Kota Malang tak hanya dikenal dengan udara sejuk dan destinasi wisata alamnya yang menawan, tetapi juga karena kulinernya yang kaya dan beragam. Di antara sekian banyak tempat makan, terdapat beberapa rumah makan/kuliner legend di Kota Malang yang tetap eksis hingga kini, bahkan sudah bertahan puluhan tahun.
Kuliner Legend di Kota Malang ini bukan hanya menawarkan sajian yang menggugah selera, tetapi juga pengalaman kuliner yang membawa kita merasakan sejarah dan tradisi yang terjaga hingga kini. Bagi para wisatawan, mencicipi kuliner di tempat-tempat ini adalah salah satu cara terbaik untuk menikmati keunikan Kota Malang.
Berikut adalah 5 rumah makan legendaris di Kota Malang yang wajib kamu coba!
- Toko Oen
Rumah makan yang satu ini bisa dibilang salah satu yang paling ikonik di Malang. Berdiri sejak tahun 1930, Toko Oen bukan hanya menyajikan makanan lezat, tapi juga membawa pengunjung ke suasana masa lalu. Dengan dekorasi ala kolonial, tempat ini menawarkan berbagai pilihan menu khas Eropa dan Indonesia.
Toko Oen terletak di Jalan Basuki Rahmat No.5, Klojen, Kota Malang. Toko Oen dikenal dengan suasana bangunannya yang bergaya kolonial Belanda, lengkap dengan interior kayu klasik dan kursi rotan. Restoran ini menawarkan pengalaman bersantap yang membawa pengunjung kembali ke masa lalu.
Salah satu daya tarik utama Toko Oen adalah es krim homemade yang dibuat dengan resep turun-temurun. Rasa es krim vanila, coklat, dan stroberi buatan tangan mereka masih sangat digemari hingga kini.
Selain itu, Toko Oen juga terkenal dengan bistik lidah sapi, steak klasik ala Belanda, dan nasi goreng spesial yang mencampurkan cita rasa Indonesia dan Eropa. Untuk range harga di Toko Oen sekitar 20 ribu – 90 ribu. Itu semua sudah mencakup seluruh menu dari minuman dan juga makanan.
Dengan segala pesona dan kekayaan sejarahnya, Toko Oen di Malang tetap menjadi destinasi favorit bagi mereka yang mencari pengalaman kuliner otentik yang sarat kenangan.
Di tengah persaingan kuliner modern, Toko Oen membuktikan bahwa nilai sejarah dan kualitas rasa yang terjaga mampu bertahan dan terus memikat hati para pencintanya.
- Bakso President
Berbicara tentang Malang, tak lengkap rasanya tanpa menyebut bakso. Salah satu bakso paling legendaris di kota ini adalah Bakso President. Didirikan pada tahun 1977. Rumah makan ini terkenal karena lokasinya yang berada di pinggir rel kereta api. Lokasinya berada di Jalan Batanghari No.5, Klojen, Kota Malang.
Bakso President menyajikan berbagai varian bakso, mulai dari bakso urat, bakso halus, bakso goreng, hingga bakso beranak yang menjadi favorit pengunjung. Salah satu keunggulan dari bakso di sini adalah teksturnya yang lembut namun tetap kenyal, dipadukan dengan kuah kaldu yang gurih dan kaya rasa.
Harga menu Bakso President terbilang cukup murah. Dimulai dari harga 7 ribu sampai 15 ribu saja. Kemudian untuk harga bakso yang per-biji dibandrol sebesar 2 ribu sampai 5 ribu.
Jika anda ingin menu tambahan, antara lain seperti rempela-ati, lontong, mie, siomay basah dan lain sebagainya. Seluruh menu tersebut berkisar hanya Rp. 1.000 sampai Rp. 4.500 per biji.
Meski namanya sudah besar, harga yang ditawarkan di Bakso President tetap terjangkau oleh berbagai kalangan. Pelayanan yang ramah serta suasana khas warung bakso tradisional menjadikan tempat ini selalu ramai, baik oleh warga lokal maupun wisatawan dari luar daerah.
- Depot Hok Lay
Jika kamu pecinta makanan oriental, Depot Hok Lay adalah tempat yang tidak boleh dilewatkan. Berdiri sejak tahun 1946, depot ini terkenal dengan sajian cwie mie, lumpia Semarang, dan es fosco yang unik. Untuk harganya jangan khawatir, karena harga disini berkisar mulai dari 5 ribu – 25 ribu rupiah.
Suasana depot yang sederhana namun bersih membuat pengalaman makan di sini semakin otentik. Meski telah berumur lebih dari 70 tahun, cita rasa dan resep khas mereka tetap dijaga hingga kini. Depot ini berlokasi di Jalan KH. Ahmad Dahlan No.10, Sukoharjo, Kota Malang.
Meski banyak restoran modern bermunculan, Depot Hok Lay tetap mampu mempertahankan eksistensinya dengan tetap menyajikan rasa autentik dan pelayanan ramah. Keberadaannya yang telah melewati lebih dari tujuh dekade menjadikan depot ini sebagai bagian dari sejarah kuliner Malang yang sulit dilupakan.
- Rawon Nguling
Salah satu kuliner legendaris yang tak boleh dilewatkan saat berkunjung ke kota ini adalah Rawon Nguling. Hidangan berkuah hitam dengan potongan daging empuk ini telah menjadi ikon kuliner khas Jawa Timur yang populer. Terletak di Jalan Zainul Arifin No.62, Klojen, Kota Malang
Rawon Nguling memiliki sejarah panjang yang dimulai dari sebuah warung kecil di daerah Nguling, Pasuruan. Didirikan pada tahun 1942, Rawon Nguling awalnya hanya dikenal di kalangan warga setempat.
Namun, seiring berjalannya waktu dan kepopulerannya yang semakin meluas, Rawon Nguling membuka cabangnya di berbagai kota, termasuk Malang.
Keistimewaan Rawon Nguling terletak pada kuahnya yang pekat dan khas. Warna hitam yang berasal dari kluwak memberikan rasa gurih yang mendalam. Ditambah dengan daging sapi pilihan yang dimasak hingga empuk.
Rawon Nguling memberikan pengalaman makan yang tak terlupakan. Seporsi nasi rawon dibanderol dengan harga 35 – 45 ribu terdiri dari nasi, rawon, sambal, serta toge
Rawon Nguling Malang mempertahankan cita rasa otentik dari resep asli yang diwariskan turun-temurun. Setiap mangkuk rawon disajikan dengan nasi hangat, tauge mentah, daun bawang, serta kerupuk sebagai pelengkap.
Sebagai bagian dari warisan kuliner Jawa Timur, Rawon Nguling tidak hanya mempertahankan cita rasanya. Tetapi juga menjaga tradisi dalam penyajiannya.
- Pecel Kawi
Untuk pecinta makanan tradisional Indonesia, Pecel Kawi adalah destinasi wajib. Berdiri sejak tahun 1975, Pecel Kawi dikenal dengan sajian nasi pecelnya yang sederhana namun penuh rasa.
Kunci kelezatan pecel ini terletak pada bumbu kacangnya yang legit dan sedikit pedas. Tempat ini berlokasi di Jalan Kawi Atas No.43B, Bareng, Kec. Klojen, Kota Malang.
Warung pecel ini menawarkan rasa otentik dari makanan tradisional Jawa. Dengan bumbu pecel khas yang kaya akan kacang tanah dan rempah-rempah pilihan. Ciri khas dari pecel ini adalah perpaduan sempurna antara sayuran segar seperti bayam, kacang panjang, tauge, dan kembang turi, disiram dengan bumbu pecel yang gurih dan sedikit manis.
Keunikan lain dari Pecel Kawi terletak pada suasana warung yang masih mempertahankan nuansa tradisional dengan meja dan kursi kayu. Serta pelayanan ramah khas orang Jawa.
Suasana ini membuat para pengunjung merasa seperti makan di rumah sendiri, menambah kenyamanan dalam menikmati hidangan. Harga pecel kawi masih dibilang terjangkau, sekitar 15 ribu hingga 20 ribu. Belum termasuk menu tambahan lainnya.
Bagi para pecinta kuliner, Pecel Kawi adalah salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Malang. Tidak hanya karena kelezatan makanannya, tetapi juga karena nilai historis dan autentisitas yang ditawarkan.
Penulis: Tegar Putra F (mahasiswa magang UTM)









