5 Rekomendasi Kuliner Legendaris di Jember yang Paling Dicari Wisatawan

Gudeg pecel, salah satu kuliner khas Jember (foto: ist)
Gudeg pecel, salah satu kuliner khas Jember (foto: ist)

Blok-a.com – Kabupaten Jember di Jawa Timur tak hanya dikenal dengan pesona alam dan tradisi budayanya, tetapi juga kuliner legendarisnya yang telah bertahan bergenerasi. Beragam hidangan khas bisa dengan mudah ditemui, mulai dari gudeg manis yang berpadu unik dengan pecel pedas hingga minuman hangat yang diberi nama wedang cor.

YouTuber David Andrew Jephcott atau yang akrab disapa Cak Dave “Londo Kampung” baru-baru ini juga merekomendasikan beberapa kuliner legendaris Jember dalam kontennya. Berikut lima warung dan hidangan legendaris yang wajib dicoba ketika berkunjung ke Jember, menurut rekomendasi dari YouTuber dengan pengikuti 5,8 juta ini:

1. Gudeg dan Pecel Lumintu

Gudeg dan Pecel Lumintu merupakan salah satu kuliner legendaris yang sudah menemani warga Jember sejak tahun 1980-an. Lumintu, istilah bahasa Jawa yang berarti ‘silih berganti’ dalam bahasa Indonesia, memiliki makna bahwa warung ini akan selalu ada mengikuti arus zaman.

Keunikan warung ini adalah menyediakan dua menu yang berbeda, yaitu gudeg dan pecel yang dikombinasikan. Awalnya, dua menu tersebut disajikan secara terpisah. Tapi, karena mayoritas pengunjung berkata gudegnya terlalu manis, maka tercetus ide untuk menggabungkan dua menu tersebut yang ternyata sekarang menjadi menu andalan.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Fooga – Kuliner sby (@foo.ga)

Lokasi warung ini berada di Jl. Kerta Negara No.33, Kelurahan Jember Kidu, Jember Kidul, Kec. Kaliwates. Buka setiap Minggu hingga Jumat mulai pukul 06.00 pagi hingga 14.00 siang, dan tutup di hari Sabtu. Meski jam operasionalnya hingga siang, menu sering kali sudah habis lebih dulu karena banyaknya pengunjung yang datang sejak pagi.

Harga seporsi gudeg pecel dibanderol mulai harga Rp17 ribu, lengkap dengan nasi, gudeg, krecek, sayuran pecel, serta siraman bumbu kacang yang khas. Porsinya cukup mengenyangkan dan sebanding dengan cita rasa autentik yang ditawarkan. Meski kombinasi menu ini menjadi andalan, pengunjung tetap bisa memesannya secara terpisah.

2. Sate Pak Malud

Penggemar sate yang berkunjung ke Jember, wajib mencicipi sajian andalan Sate Pak Malud. Berdiri sejak tahun 1970-an, warung sate ini telah dikenal oleh warga Jember dari berbagai generasi.

Menu utamanya seperti warung sate biasa, daging ayam yang dibakar dengan bumbu kacang khas, disajikan bersama lontong atau nasi hangat. Namun, Kenikmatan sate Pak Malud terletak pada racikan bumbu yang meresap sempurna ke dalam daging, dipadukan dengan sambal dan kecap yang semakin memperkaya rasa.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Target Kulineran (@targetkulineran)

Selain cita rasa yang autentik, sate ini juga terkenal dengan porsinya yang pas dan harga yang cukup ramah di kantong, berkisar antara Rp20.000–Rp30.000 per porsi. Lokasinya berada di Jalan Trunojoyo No. 100, Tembaan, Kepatihan, Kec. Kaliwates. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 21.30 malam.

Hingga kini, Sate Pak Malud masih mempertahankan ciri khasnya tanpa membuka cabang, sehingga suasana legendaris dan rasa autentik hanya bisa dirasakan langsung di tempat aslinya.

3. Soto Ayam Dahlok

Warung ini sudah berdiri sejak 1958. Nama ‘dahlok‘ sendiri berasal dari bahasa Jawa yang berarti “melihat ke bawah”, karena lokasi awal warung ini berada di bawah jalan yang lebih tinggi.

Soto Ayam Dahlok terkenal dengan kuah bening kekuningan yang kaya rempah, disajikan dengan suwiran ayam kampung, bihun, irisan seledri, dan taburan bawang goreng yang harum.

Selain rasanya yang khas, keistimewaan Soto Ayam Dahlok juga terletak pada konsistensi racikan bumbu yang tak berubah sejak puluhan tahun lalu. Seporsi soto dibanderol dengan harga sekitar Rp14.000–Rp30.000, tergantung pilihan lauk tambahan.

Lokasi kuliner legendaris satu ini berada di Jalan Fatahillah No. 1, Jember, cukup dekat dengan pusat kota sehingga mudah dijangkau. Warung Soto Ayam Dahlok buka setiap hari mulai pukul 08.00 pagi hingga 21.00 malam.

4. Warung Pak Edi

Bagi kalangan mahasiswa di Jember, nama Warung Pak Edi Semeru tentu sudah tidak asing lagi. Sejak pertama kali berdiri pada tahun 1996, warung sederhana ini menjadi tempat makan andalan anak kos dan pekerja yang ingin menikmati nasi bungkus murah dengan porsi melimpah.

Menu utama di warung ini adalah nasi bungkus lorpong singkatan dari telur dan tepung yang disajikan dengan lauk pendamping seperti tahu, tempe, ikan tongkol, lengkap dengan lalapan sayur dan sambal ulek khas Pak Edi. Sambalnya diulek menggunakan cobek besar, menghadirkan aroma pedas menggoda yang menjadi ciri khas dan selalu membuat pelanggan ketagihan.

Soal harga, Warung Pak Edi masih mempertahankan reputasinya sebagai kuliner ramah kantong. Seporsi nasi bungkus bisa didapat mulai Rp 7.000 untuk porsi biasa, Rp 8.000 untuk porsi jumbo. Dengan harga tersebut, pembeli sudah bisa menikmati sajian yang mengenyangkan, bahkan cukup untuk dua kali makan. Tak heran jika warung ini selalu menjadi incaran mahasiswa maupun pekerja sekitar kampus.

Warung Pak Edi berlokasi di Jalan Semeru, Gang Bukit Indah, Sumbersari, Jember. Jam operasionalnya cukup panjang, yakni buka dari pukul 07.00 pagi hingga 22.00 malam setiap hari.

Meski hanya menempati sebuah gang kecil, Warung Pak Edi tidak pernah sepi pembeli. Bahkan sering disebut sebagai penyelamat perut mahasiswa di kala tanggal tua.

5. Wedang Cor Mbah As

Jember juga punya minuman khas yang melegenda yaitu Wedang Cor Mbah As. Nama ‘wedang cor‘ diambil dari tampilannya yang mirip adonan semen, karena paduan warnanya berasal dari tape ketan, jahe, dan susu kental manis. Minuman hangat ini pertama kali populer sejak tahun 1995 berkat racikan tangan Mbah As yang hingga kini masih menjadi ikon kuliner malam di Kota Jember.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Firdha Amelia (@firdhamelia)

Keistimewaan wedang cor terletak pada rasa manis legit dari tape ketan yang dipadukan dengan hangatnya jahe. Disajikan dalam suasana sederhana dengan kursi kayu, tikar lesehan, serta ditemani gorengan hangat seperti tempe dan ote-ote, pengalaman minum di warung ini terasa penuh nostalgia. Meski banyak penjual wedang cor bermunculan, racikan Mbah As tetap dianggap paling otentik dan tak tergantikan.

Bagi yang ingin mencoba, Warung ini berlokasi di Jalan Singosari, Kebonsari, Jember. Mbah As buka setiap hari mulai sore hingga tengah malam, yakni sekitar pukul 16.00–24.00 WIB. Harganya pun sangat ramah di kantong, hanya sekitar Rp7.000–Rp8.000 per gelas, dengan tambahan ketan seharga Rp1.000. (mg2/gni)

Penulis: Muhammad Naufal Abiyyu (mahasiswa magang UTM Bangkalan)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com