Kota Malang, blok-a.com – Menjelang bulan Ramadan, Satlantas Polresta Malang Kota telah memetakan lokasi pasar takjil yang berpotensi menyebabkan kemacetan. Hal itu sebagai upaya untuk tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan itu saat bulan Ramadan.
Dari hasil pemetaan, terdapat empat titik yang menjadi perhatian khusus, yaitu di Jalan Raya Sulfat, Jalan Ahmad Yani, Jalan Soekarno-Hatta (Suhat), dan Jalan Mulyorejo depan Terminal Mulyorejo Sukun.
“Jadi, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Ada empat lokasi pasar takjil yang menjadi perhatian,” ujar Wakasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Luhur Santoso, Rabu (26/2/2025).
Pasar takjil di Jalan Ahmad Yani akan dialihkan ke halaman ruko Panorama Square agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Sehingga pedagang takjil yang biasa berjualan di pinggir Jalan Ahmad Yani, dimasukkan untuk berjualan di halaman ruko Panorama,” jelasnya.
Sementara itu, pedagang di kawasan Suhat akan diarahkan ke dalam area halaman Taman Krida Budaya. Adapun di Jalan Mulyorejo Sukun, pemantauan lebih ketat akan dilakukan karena lokasi ini sering menyebabkan pedagang meluas hingga ke bahu jalan. Di Jalan Raya Sulfat, pedagang tidak diperbolehkan berjualan hingga ke tengah jalan.
“Kami tempatkan personel di sisi barat maupun timur untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas,” ungkapnya.
Selain Satlantas, nantinya pengamanan pasar takjil juga melibatkan jajaran samping di Kota Malang. Yakni Satpol PP Kota Malang dan Dishub Kota Malang.
“Apabila ada pedagang yang melanggar ketentuan, maka petugas Satpol PP akan memberikan teguran secara humanis. Namun, jika tetap membandel, baru dilakukan penindakan,” tutupnya. (yog/bob)









