Kabupaten Malang, blok-a.com – Sebuah video viral di media sosial (medsos) memperlihatkan aksi pencurian yang dilakukan oleh Warga Negara Asing (WNA) di sebuah toko pertanian yang berada di Desa Kedungrejo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang.
Dalam rekaman video CCTV yang berdurasi puluhan detik itu memperlihatkan gerak-gerik dua pria yang mencurigakan. Mereka nampak berbincang dengan penjaga toko, sebelum berhasil menggondol uang tunai senilai ratusan ribu rupiah.
Penjaga toko, Wahyu Salamah membenarkan peristiwa tersebut. Ia menerangkan, kejadian terjadi pada Sabtu (21/12/2024) sekitar pukul 15.30 WIB. Saat peristiwa berlangsung, toko bangunan nampak sepi pengujung.
Wahyu mengatakan, awal mula pencurian itu terjadi setelah kedua WNA datang dan berbicara menggunakan bahasa arab. Karena tak paham dengan perbincangannya, ia kemudian memanggil pemilik toko yang juga seorang habib.
“Mereka datang berbicara dengan bahasa Arab, karena tidak bisa berbahasa Indonesia. Kemudian saya memanggil habib (pemilik toko),” kata Wahyu saat ditemui di lokasi kejadian, Senin (23/12/2024).
Setelah diartikan, dua orang pelaku mengaku meminta air putih. Mereka pun kemudian diberikan dua botol air mineral oleh pemilik toko.
“Pelakunya ada dua, pakai masker semua, yang satu agak tua dan yang satu lagi masih muda,” jelasnya.
Wahyu yang saat kejadian berada di lokasi, mengaku sempat berbincang oleh salah satu pelaku. Wahyu mengaku tidak mengetahui secara pasti apa yang diucapkan WNA tersebut karena penggunaan bahasa Arab. Namun dia berpendapat, WNA tersebut berasal dari Turki.
“Dari kasat mata, dia orang Arab. Bilangnya warga Turki. Ada dua orang itu yang satu agak tua yang ambil uang. Satunya lagi masih muda, dia sama saya di kasir depan,” bebernya.
Lebih lanjut, usai meneguk air minum, pelaku juga mengaku sebagai kolektor uang rupiah. Bahkan, salah satu dari mereka juga menunjukkan beberapa pecahan koleksi uang yang dimaksud.
Pemilik toko kemudian mengarah ke meja kasir dan diikuti oleh salah satu pelaku. Di waktu yang sama, pelaku kemudian melancarkan aksinya, mereka mengambil uang dari meja kasir dengan alasan untuk menukarkan uang rupiah sebagai koleksi.
“Di meja kasir, salah satu pelaku mengambil uang dari laci kasir saat perhatian pemilik toko teralihkan. Usai mengambil uang, pelaku sempat menepuk pundak habib,” tegasnya.
Usai berhasil menggondol uang, mereka kemudian menghilang begitu saja. Atas peristiwa tersebut, pemilik toko ditasfir mengalami kerugian sebesar Rp 600 ribu hingga Rp 700 ribu.
“Setelah berhasil ngambil uang di kasir, dia ngilang. Di situ habib curiga, ternyata uangnya diambil benar, setelah mengecek CCTV,” pungkasnya. (ptu/bob)









