Viral Perang Sarung di Blora, Polisi Sebut Hanya Konten

Aksi perang sarung antar pemuda di wilayah Cepu, Kabupaten Blora.(Dok. Tangkapan layar)
Aksi perang sarung antar pemuda di wilayah Cepu, Kabupaten Blora.(Dok. Tangkapan layar)

blok-a.com – Beredarnya video perang sarung antar-remaja di wilayah Cepu, Blora, Jawa Tengah sempat viral dan menimbulkan keresahan warga beberapa waktu belakangan.

Dalam video terlihat puluhan anak muda saling menyabetkan sarung ke pemuda yang lain sambil berlarian.

Penyelidikan awal pihak kepolisian didapati informasi bahwa perang sarung tersebut dipicu saling tantang antarkelompok.

“Informasi awal itu merupakan saling tantang antar kelompok anak tersebut,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Blora, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Supriyono kepada awakmedia, Selasa (28/3/2023).

Selain itu, perang sarung ini disebut-sebut menjadi sebuah tradisi remaja di bulan Ramadan.

Terkini, polisi mengonfirmasi bahwa sejatinya perang sarung dalam video berdurasi 29 detik yang beredar tersebut hanyalah buatan.

Kapolres Blora, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Fahrurozi mengatakan video viral perang sarung tersebut tidak benar-benar terjadi seperti anggapan sebelumnya.

Menurut Fahrurozi, setelah dimintai keterangan, remaja dalam video tersebut mengaku hanya ingin membuat konten yang berpotensi ramai dan menjadi atensi masyarakat.

Baca Juga: Perang Sarung di Dampit Kabupaten Malang Dibubarkan, Polisi Amankan Belasan Remaja dan Sebilah Pedang

“Itu kemarin sebenarnya bukan perang sarung, jadi dia namanya anak-anak kadang-kadang pola pikirnya agak beda, dia membuat konten untuk menarik. Tujuannya baik sih sebenarnya bahwa ini enggak benar, cuman viralnya yang salah,” ucap Fahrurozi, Jumat (31/3/2023).

Sementara itu, salah seorang remaja berinisial MYM turut memberikan klarifikasi dan meminta maaf karena video yang mereka buat meresahkan warga.

“Saya ingin meminta maaf jika video itu viral dan meresahkan warga,” kata dia seperti dilihat di akun @_infoblora, Sabtu (1/4/2023).

Remaja tersebut juga mengklarifikasi video perang sarung yang dibuatnya tersebut memang murni perang menggunakan sarung tanpa tangan kosong.

“Dan musuh itu juga teman kita sendiri, kita bermusuhan juga pada saat kejadian itu, setelah itu kita juga berteman seperti biasanya,” ujar dia. (lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?