Tanggapi Keluhan Warga, Satpol PP Segera Tindak Karaoke Gelap di Gondanglegi Malang

Ilustrasi karaoke. (Shutterstock)
Ilustrasi karaoke. (Shutterstock)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Menanggapi keluhan warga terkait karaoke berkedok kafe di Dusun Krajan, Desa Putat Kidul, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang akan melakukan tindakan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Malang, Firmando Hasiholan Matodang mengaku baru mendapatkan laporan warga terkait adanya karaoke yang berkedok kafe di Gondanglegi Kabupaten Malang pada Senin (19/6/2023) kemarin.

Didasari dari laporan tersebut, ia mengatakan akan segera melakukan tindakan untuk menciptakan lingkungan yang kembali nyaman dan aman di wilayah Kecamatan Gondanglegi.

“Ini masih disusun untuk penanganannya. Kemarin sudah dapat surat dari desa, sekarang masih kita susun untuk agenda giatnya,” kata Firmando saat dikonfirmasi blok-a.com, Rabu (21/06/2023).

Namun, saat disinggung terkait kapan tindakan tersebut dilakukan, ia tidak dapat menginformasikan lebih lanjut.

Namun, ia memperkirakan akan segera dilakukan tindakan dalam waktu dekat.

“Rencananya kapan saya gak bisa menginformasikan, karena kita banyak sekali agendanya. Nanti kita upayakan minggu ini segera ke sana,” bebernya.

Sebelumnya, sejumlah warga Dusun Krajan, Desa Putat Kidul, Kecamatan Gondanglegi keluhkan adanya karaoke berkedok kafe di tengah-tengah lingkungan tempat tinggalnya.

Pasalnya, kafe tersebut kerap mengganggu hingga membuat kegaduhan saat jam istirahat.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya menceritkan, awal mula berdirinya kafe tersebut pada awal Agustus 2022. Dimulai dengan izin membuka usaha warung makan atau catering.

Namun seiring berjalannya waktu, bangunan dua lantai itu diperuntukan kafe dan salah satu fasilitasnya yakni menyediakan karaoke.

“Awalnya izin pembangunannya disini dibuat catering, warung biasa. Lama kelamaan terus kok dibangun sampai lantai dua. Kok didepan itu ada karaoke dan ada dua kamar di lantai dua,” tutur warga, Rabu (21/06/2023).

Hingga pada November 2022, sejumlah warga sekitar mulai mengeluhkan dampak fasilitas karaoke yang disediakan kafe tersebut. Mulai dari suara yang bising saat malam hari, hingga adanya pengunjung mabuk-mabukan.

Warga menganggap bahwa usaha kafe tersebut hanya sebagai kedok. Lokasi usaha karaoke itu juga dilengkapi dengan ruang-ruang kamar yang barada di lantai dua.

Tersiar kabar, kafe tersebut juga menyediakan wanita penghibur yang dipanggil saat ada tamu yang memesan karaoke.

“November 2022 mulai ada keluhan. Kalau ada tamu dan karaoke rame banget sampai tengah malam musiknya. Ada wanita penghibur juga, mabuk-mabukan dan kadang pipis sembarangan juga di depan sini di lahan kosong,” ungkapnya.(ptu/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?