Mojokerto, blok-a.com – Satuan Intelijen Korem 082/Citra Panca Yuda Jaya (CPYJ), Mojokerto berhasil membekuk empat orang komplotan pelaku penipuan yang mengaku sebagai anggota tim Badan Intelijen Negara (BIN) dari Jakarta.
Berawal dari informasi masyarakat pada Selasa malam (25/2/2025), sekitar pukul 21.00 WIB tentang keberadaan empat orang tersebut, yakni Abdullah Harahap alias Asrul, Rizky Fauzy Setyawan Putra, Kasmir Siregar, dan Iskandar Zulkarnain, di Hotel Raden Wijaya, Jalan Raden Wijaya, Kota Mojokerto.
Selanjutnya dilakukan penyelidikan dan pengembangan, hingga pada Rabu sore (26/2/2025) sekitar pukul 17.00 WIB, dilakukan penangkapan di Jalan Raden Wijaya, Kota Mojokerto.
Komandan Korem 082/CPYJ Mojokerto, Kolonel Inf Batara Alex Bulo, S.Hub.Int., M.Hub.Int., dalam keterangannya mengatakan, salah satu pelaku utama Abdullah Harahap, adalah mantan anggota TNI AD yang sudah resmi mengundurkan diri pada tahun 2014. Sedangkan tiga lainnya murni warga sipil.
Modus yang mereka jalankan adalah menipu warga terutama Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari kelurahan, kecamatan, hingga kepala dinas. Mereka menjanjikan bisa membantu menaikkan jabatan secara instan dengan cara meminta sejumlah uang kepada calon korban sebagai tanda jadi (uang muka).
“Modus operandinya jelas penipuan, mulai dari bawah, Kepala Desa, Sekcam, Camat, OPD, dan Kepala Dinas di Kabupaten. Sementara dari tujuh korban yang ada sementara ini adalah warga yang ingin menjadi ASN, mereka sudah memberikan DP/uang muka,” ungkap Kolonel Batara Alex Bulo.
Danrem 082/CPYJ melanjutkan, pelaku melakukan penipuan ini sudah bertahun-tahun, dan berpindah-pindah kota, mulai dari Medan hingga di Mojokerto.
Barang bukti sementara masih terus berkembang karena mereka melakukan transaksi lewat transfer bank, bukan cash.
“Pengembangan saat ini masih terus berkembang, tadi ada dua ratus jutaan, sekarang naik menjadi tiga ratus jutaan, dan seterusnya kita tidak tahu. Dan dari tujuh korban ini, mungkin bisa lebih, karena mereka sudah melakukan ini bertahun-tahun, dan berpindah-pindah kota, dari Medan sampai di Mojokerto ini,” lanjut Batara.
Kolonel Inf Batara juga berpesan kepada semua warga termasuk ASN, jika ingin naik jabatan agar tidak mengambil jalan pintas melalui jalur-jalur yang tidak benar.
“Pesan kami, jika ada hal-hal seperti itu, kita jangan mengambil jalan pintas. Misalnya kita ingin cepat naik jabatan, lalu kita dijanjikan bisa naik jabatan dengan cepat, dan kita disuruh menyiapkan sejumlah uang. Artinya janganlah melalui jalur-jalur yang tidak benar,” imbuhnya.
Hasil pengembangan sementara, diduga ada pelaku lain yang masih belum tertangkap. Keempat pelaku selanjutnya diserahkan ke Polres Mojokerto kota untuk proses lebih lanjut.(sya/lio)









