Viral Bayi 1 Tahun Miliki Berat 25 Kg, Ini Penjelasan Medisnya

bayi 1 tahun berat 25 kg
Tangkapan layar video kemunculan bayi berusia 1 tahun yang memiliki berat badan 25 kg (foto: TikTok/@ismibossgep78)

Blok-a.com – Media sosial belakangan ini dihebohkan dengan anak bayi berusia 1 tahun yang memiliki berat badan 25 kg.

Kemunculan bayi 1 tahun yang memiliki berat badan 25 kg itu diketahui melalui sebuah video yang diunggah oleh akun TikTok @ismibossgep78.

Dalam video yang diunggahnya, bayi tersebut terlihat memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih besar jika dibandingkan dengan bayi-bayi seumuran.

Tak lama setelah diunggah, video tersebut kemudian viral dan menjadi perbincangan di jagat maya. Banyak dari mereka yang khawatir dengan kesehatan sang anak, pasalnya dengan berat badan seperti itu sang anak telah mengalami obesitas. 

Lantas bagaimana penjelasan medis terkait bayi yang mengalami obesitas? Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak penjelasannya berikut ini.

Berat Badan Ideal Bayi Normal 0-24 Bulan

Umumnya berat badan bayi akan menurun setelah lahir dan ini adalah kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini dipengaruhi oleh usia kandungan, jenis kelamin, faktor genetik, dan juga asupan makanan. Anda bisa melihat kurva berat badan ideal untuk bayi mulai usia 0-24 bulan berikut ini.

  • Bayi Baru Lahir: Berat badan 2,7-3,9 kg dan tinggi badan 4,7-54 cm.
  • Usia 4 Bulan: Berat badan 6,1-7,7 kg dan tinggi badan 61,5-66 cm.
  • Usia 6 Bulan: Berat badan 7-8,8 kg dan tinggi badan 64,8-69,1 cm.
  • Usia 8 Bulan: Berat badan 7,6-9,5 kg dan tinggi badan 68,1-73 cm.
  • Usia 12 Bulan: Berat badan 8,6-10,7 kg dan tinggi badan 72,6-77,7 cm.
  • Usia 16 Bulan: Berat badan 9,3-11,8 kg dan tinggi badan 77,2-82,6 cm.
  • Usia 18 Bulan: Berat badan 9,8-12,8 kg dan tinggi badan 79,2-87,1 cm.
  • Usia 22 Bulan: Berat badan 10,4-13,2 kg dan tinggi badan 82,6-88,6 cm.
  • Usia 24 Bulan: Berat badan 10,6-13,7 kg dan tinggi badan 84,6-91 cm.

Penyebab Bayi Obesitas

Ibu dapat berperan dalam berat badan bayi selama kehamilan. Wanita hamil yang memiliki kelebihan berat badan, obesitas, perokok, atau diabetes gestasional lebih mungkin melahirkan bayi yang lebih berat saat lahir atau menjadi kelebihan berat badan di kemudian hari.

Beberapa penelitian di tahun 2019 menunjukkan bahwa bayi yang lahir melalui operasi Caesar yang direncanakan mungkin memiliki peluang lebih tinggi mengalami kelebihan berat badan.

Hal tersebut mungkin karena bakteri ususnya berbeda dari bayi yang lahir normal. Namun, operasi caesar biasanya bukan satu-satunya penyebab bayi obesitas.

Pemberian susu formula juga berpengaruh pada berat badan bayi. Biasanya, bayi yang diberi ASI eksklusif mengalami kenaikan berat badan lebih lambat daripada bayi yang diberi susu formula.

Cara Mencegah Bayi Mengalami Obesitas

Selain dengan pemberian ASI, Anda juga bisa melakukan beberapa cara di bawah ini untuk menjaga berat badan bayi tetap ideal:

  1. Memberi makanan padat sesuai waktunya. Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi berusia di bawah 4 bulan yang sudah diberi makanan padat berpotensi mengalami kegemukan saat usia 3 tahun. Pemberian makanan padat direkomendasikan saat bayi sudah berusia 4 hingga 6 bulan atau bila bayi sudah siap
  2. Berhenti memberi makan saat bayi sudah kenyang. Pemberian makanan padat pada bayi harus sesuai dengan kemampuan bayi. Jika bayi sudah menunjukkan tanda kenyang, maka sebaiknya langsung hentikan kegiatan makannya. Tandanya adalah berupa perut yang membuncit dibandingkan sebelumnya.
  3. Ajak bayi aktif bergerak. Banyak bergerak dapat membakar kalori dan membuat berat badan bayi ideal. Untuk itu Ibu harus sering mengajak bayi melakukan tummy time atau berjoget bersama.

(hen)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com