Tim Gabungan Aremania Khawatirkan Efek Panjang Mata Merah Korban Kanjuruhan

Kevia Korban Tragedi Kelam Kanjuruhan selamat mata merah kondisi
Kevia korban selamat Tragedi Kelam Kanjuruhan (blok-A/Bob Bimantara Leander)

Kota Malang, blok-A.com – Beberapa korban Kanjuruhan yang mengalami mata merah dan sesak di dada, kini mulai membaik, Senin (17/10/2022).

Sekitar pukul 14.30 WIB, blok-A.com mendatangi posko Tim Gabungan Aremania (TGA), di Jalan Kawi 24C, Kauman, Kota Malang. Situasi disana terbilang cukup ramai. Tim trauma healing hingga anggota TGA lainnya, sedang melakukan konsolidasi sembari menunggu pengaduan korban yang ingin ke sana.

Koordinator Pendataan Korban TGA, Dadang menjelaskan bahwa beberapa korban sudah didapati perkembangan mengenai mata merahnya.

“Beberapa korban yang matanya merah, sudah mulai ada putihnya, tapi ada juga yang masih merah. Dari pengakuan korban, mereka terkena angin sudah tidak terlalu perih, bisa dipakai beraktivitas, namun rasa di matanya masih ada yang mengganjal,” tuturnya.

Saat ditanya blok-A.com terkait efek kebutaan yang beredar di media, ia tidak bisa menjawab. Yang berwenang menjawab adalah Dokter Spesialis Mata. Pihaknya hanya mengantarkan korban dalam melakukan perawatan. Dadang juga khawatir jika ada efek fatal kedepannya.

“Kalau pandangan kabur ataupun kebutaan, kami masih belum menerima informasi itu. Tapi, yang dikhawatirkan adalah efek kedepannya itu,” ucap Dadang.

Tim Gabungan Aremania (TGA) tidak hanya sebagai posko pengaduan, tapi juga menjembatani korban untuk bisa mendapatkan perawatan secepatnya. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Pendataan Korban TGA, Dadang.

“Kami menyediakan tim trauma healing, siapapun bisa datang untuk mengadu. Dan yang terpenting, kita tidak hanya mendata korban saja, disini ada ambulance juga untuk mengantarkan korban ke beberapa Rumah Sakit,” ucapnya.

“Kebanyakan dari mereka kan takut memakan biaya yang cukup besar, apalagi Spesialis Mata. Dari informasi yang saya dapat, jika sudah terdata, itu bisa mendapatkan biaya gratis pengobatan dari Pemerintah Kota Malang,” tambahnya.

Dadang mengkalkulasikan korban yang sesak ataupun mata merah, diangka 80%. Dari ratusan orang, ada puluhan orang yang mengeluhkan sesak hingga mata merah.

“Mungkin ada 85 orang yang sesak dan juga mata merah, makanya kita akan terus dampingi ya,” imbuhnya.

Terpisah, Tim Trauma Healing TGA, Lilo menjelaskan bahwa adanya rasa takut yang berlebih, ketika korban sedang bercerita kejadian yang mereka alami di Posko Tim Gabungan Aremania (TGA). Kebanyakan mereka mengalami halusinasi, hingga Panic Attack.

“Rasa takut masih ada ya hingga halusinasi, ada beberapa yang gemetar juga seperti Panic Attack. Disini kami melakukan penanganan pertama saja seperti gimana caranya menghadapi rasa takut dan memberi dukungan,” tutur Lilo.

“Jika memang membutuhkan perawatan, kita akan rujuk ke Rumah Sakit yang ada di Kota Malang,” tutup Lilo. (rco/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.