Blok-a.com – Kasus campak di Indonesia melonjak 32 kali lipat. Lantas penanganan seperti apa yang bisa dilakukan saat terinfeksi penyakit campak? Untuk mengetahuinya, simak artikel berikut ini.
Menurut data dari Kementerian Kesehatan, saat ini sudah ada 53 Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak di 34 kabupaten/kota pada 12 provinsi.
Untuk jumlah konfirmasi pada tahun 2022 mencapai 3341 kasus atau meningkat 32 kali lipat dibandingkan periode di 2021.
Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Penyakit Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr dr Anggraini Alam, SpA(K), peningkatan kasus campak kemungkinan disebabkan karena menurunnya cakupan imunisasi anak selama pandemi COVID-19.
Sebelum mengetahui cara penanganannya, ada baiknya untuk menyimak faktor risiko dan gejala terinfeksi penyakit campak seperti yang berikut ini.
Faktor Risiko Campak
Umumnya, kondisi ini lebih sering menimpa anak-anak berusia di bawah lima tahun. Namun, siapapun bisa terinfeksi virusnya. Seseorang juga semakin rentan untuk terkena campak bila belum pernah terkena penyakit tersebut atau belum mendapatkan vaksinasi.
Berikut ini beberapa faktor risiko campak:
• Belum Mendapatkan Vaksinasi
Kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini bila belum menerima vaksin campak.
• Bepergian ke Luar Negeri
Bila kamu bepergian ke Negara berkembang, di mana kondisi ini sering terjadi, kamu berisiko lebih tinggi terkena penyakit tersebut.
• Kekurangan Vitamin A
Orang yang kurang mengonsumsi asupan vitamin A juga berisiko mengalami gejala dan komplikasi campak yang parah.
Gejala Campak
• Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
• Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus, dan sakit tenggorokan
• Lemas dan letih
• Demam tinggi
• Sakit dan nyeri
• Tidak bersemangat dan kehilangan selera makan
• Diare atau/dan muntah-muntah
• Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan.
Penanganan Campak
Untuk mendukung proses penyembuhan, ada beberapa penanganan campak pada anak yang bisa ibu lakukan di rumah:
1. Perbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi.
2. Cobalah perbanyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata masih sensitif terhadap cahaya.
3. Konsumsi obat penurun demam dan pereda sakit serta nyeri. Namun, bila anak masih berusia di bawah 16 tahun, sebaiknya jangan beri dirinya aspirin.
4. Perhatikan asupan makanan, beri dirinya makanan bergizi seimbang. Makanan ini berperan penting untuk mengatasi campak pada bayi dan anak.
5. Jangan takut mandi, hal ini dilakukan untuk mengurangi gatal karena ruam. Gunakan sabun yang tak mengiritasi kulitnya yang sedang bermasalah.
(hen)










Balas