Sampang, blok-a.com – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Sampang dr. Abdullah Najich memuji kepiawaian Bupati Sampang sebagai pelopor utama yang memberikan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Pulau Madura.
Hal itu disampaikan dr. Najich pada momen pembukaan survei akreditasi RSUD Ketapang dan UPTD Puskesmas se-kabupaten Sampang tahun 2023 di pendopo Trunojoyo, Jumat (9/11/2023) malam.
Ia mengatakan, akreditasi ataupun rehabilitasi dilakukan karena ada beberapa Puskesmas yang sudah mencapai waktunya akreditasi sebelum masa pandemi Covid-19 kemarin, akan tetapi terpaksa harus ditunda.
“Seharusnya covid itu kami sudah akreditasi. Karena berhalangan pandemi kami akhirnya tertunda. Seluruh Indonesia tertunda semuanya sehingga kami berkewajiban untuk meningkatkan mutu layanan kami dengan terstandarisasi berupa akreditasi ini,” ujarnya.
Dia mengatakan, sejak menerima mandat dari bupati Sampang sebagai Kepala Dinas Kesehatan, dr. Najich sudah melakukan beberapa perbaikan sesuai arahan.
“Kami Dinas Kesehatan atas perintah dari Pak Bupati bahwa awal dipercaya sebagai Kepala Dinas, kami jalankan segala keinginan bapak bupati dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, Alhamdulillah sudah selesai. dan perbaikan perbaikan tetap terus dilakukan,” terangnya.
Segala trobosan yang dilakukan Bupati Sampang, menurutnya, selalu menjadi gebrakan baru di Madura. Oleh sebab itu, dr. Najich mengatakan bahwa Bupati Sampang H. Slamet Junaidi layak diketegorikan sebagai seorang pionir di Pulau Madura.
Menurutnya, gagasan yang dibawa oleh pria yang akrab disapa Aba Idi itu, selalu menjadi inovasi tersendiri bagi Puskesmas se-kabupaten Sampang. Inovasi tersebut akan menjadi pengikatan mutu pelayanan kesehatan.
“Yang kedua adalah membuka akses layanan kami dengan UHC. Alhamdulillah Pak Bupati merupakan Pionir di Pulau Madura untuk memberikan akses pelayanan di Kabupaten Sampang,” ungkapnya.
“Sehingga Puskesmas lebih bisa berinovasi, bergerak lebih leluasa memperbaiki kinerja dari Puskesmas dan meningkatkan mutu layanan,” sambungnya.
Dinkes sendiri melaporkan, bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk RSUD Ketapang saat ini mencapai Rp15 miliar, meskipun usianya masih dua tahun.
Jika dibandingkan dengan RSUD Waru Kabupaten Pamekasan yang umurnya lebih tua dua tahun umurnya, pendapatannya masih di angka Rp3 sampai Rp5 miliar.
“Tadi kita rapat dengan DPRD untuk anggaran kami patut berbangga lewat direktur dan jajarannya PAD kami biarpun masih umur 2 tahun, ini tapi sudah mencapai 15 miliar luar biasa. Artinya dengan pekerjaan atau mutu layanan yang dilakukan oleh Rumah Sakit Ketapang itu jauh lebih baik daripada tetangga,” paparnya.
Pihaknya berharap, rangkaian akreditasi tersebut bisa berjalan dengan lancar dan mendapatkan predikat Paripurna seluruhnya, khusus untuk Rumah Sakit Ketapang. (suf/lio)










Balas
Lihat komentar