Angka Stunting di Kota Malang Turun, Dinkes Gencarkan Pemberian TTD ke Remaja Putri

Plh Kepala Dinkes Kota Malang, Rina Istarowati (istimewa)
Plh Kepala Dinkes Kota Malang, Rina Istarowati. (istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Prevalensi stunting di Kota Malang terus menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), per Desember 2024 tercatat angka stunting berada di level 8 persen. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 17,3 persen.

“Dari penimbangan riil meskipun fluktuatif, kecenderungannya menurun. Per Desember 2024, sudah di angka 8 persen,” ujar Plh Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang, Rina Istarowati, Sabtu (21/6/2025).

Namun, data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan menunjukkan prevalensi stunting di Kota Malang tahun 2024 sebesar 22,7 persen.

Menurut Rina, perbedaan ini terjadi karena metode pengukuran yang berbeda, dan menjadi alasan kuat untuk mendorong aksi konvergensi penanganan stunting secara lebih kolaboratif.

“Penanganan stunting butuh dukungan keluarga, bukan hanya dari ibu. Misalnya lewat pemberian tablet tambah darah (TTD) untuk remaja putri. Kami distribusikan, tapi juga harus dikonsumsi secara benar,” jelasnya.

Rina menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin, penimbangan berat badan anak, imunisasi, dan pemenuhan gizi sejak dini. Ia menyayangkan masih ada masyarakat yang belum rutin membawa anaknya ke posyandu.

“Masih ada yang belum rutin ke posyandu. Padahal, kalau berat badan tidak naik saat penimbangan, itu sudah bisa langsung diintervensi. Tidak harus tunggu sampai gizinya turun,” tegasnya.

Hingga kini, Kelurahan Balearjosari tercatat sebagai wilayah dengan angka stunting tertinggi di Kota Malang, yakni 22 persen. Sementara angka terendah berada di Kelurahan Rampal Celaket, hanya 1 persen.

“Pemberian TTD bertujuan mencegah anemia pada remaja putri, karena mereka calon ibu. Setelah menikah dan hamil, pemeriksaan rutin sangat penting agar tidak mengalami anemia atau kekurangan gizi,” tutup Rina. (yog/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com