Blok-A.com – Akhir-akhir ini Kabupaten Malang jadi sorotan akibat tingginya angka penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Peningkatan angka penderita ISPA ini tercatat sejak dua tahun terakhir.
Angka tertinggi penderita ISPA di Kabupaten Malang ada di Kecamatan Turen.
Dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang di bulan Agustus 2023, ISPA di Kecamatan Turen mencapai angka 12.303 kasus, dan sempat melambung tinggi di tahun 2022 yakni mencapai angka 24.871 kasus.
Jika dijabarkan, di tahun 2023 terdapat 19 kasus ISPA pneumonia dan sebanyak 3.237 kasus non pneumonia, yang menyerang balita dengan rentan usia 0-5 tahun.
Sedangkan untuk penderita usia 5 tahun ke atas, ada sebanyak 12 kasus dengan status pneumonia dan 12.303 non pneumonia.
ISPA adalah suatu kondisi terjadinya pembengkakan atau iritasi pada saluran pernapasan bagian atas selain pneumonia.
Penyakit ini bisa terjadi pada hidung, sinus, faring, laring dan saluran udara besar. ISPA sendiri biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri dan virus.
Bakteri penyebab penyakit ini yang paling umum adalah virus influenza, adenovirus, enterovirus, dan virus sinsitium saluran pernapasan.
Sementara untuk bakteri penyebab ISPA biasanya S. pyogenes atau bakteri golongan streptococcus.
Ada berbagai cara untuk mencegah penyakit ini. Berikut rangkuman Blok-A.com tentang 5 cara mencegah ISPA:
1. Mencuci Tangan
Mencuci tangan jadi hal wajib yang harus dilakukan setelah keluar rumah atau setelah melakukan berbagai macam aktivitas.
Dengan mencuci tangan, virus dan bakteri yang menempel akan sirna seketika.
Virus dan bakteri ini dapat mudah menempel pada tangan manusia, saat manusia melakukan berbagai macam aktivitas, seperti berjabat tangan, menyentuh gagang pintu, menyentuh teman yang sedang pilek, dan aktivitas lainnya.
Akibat melakukan aktivitas tersebut, dan lupa mencuci tangan, lalu manusia menyentuh mata, mulut, dan hidung, bakteri dan virus penyebab penyakit ini dapat mudah masuk ke tubuh dan menyebab menyebabkan penyakit ISPA.
2. Menghindari Kontak dengan Penderita
Langkah selanjutnya adalah menghindari kontak dengan penderita, karena penyakit ini bisa menyebar melalui kontak dengan penderita, seperti, menghindari orang yang sedang bergejala batuk, bersin, dan pilek.
Tak hanya itu, virus dan bakteri penyakit ini ternyata juga bisa menyebar melalui udara, droplet, sekresi saliva, mucus, maupun air mata.
Selain menghindari kontak dengan penderita, pisahkan juga berbagai macam alat makan, minum, peralatan mandi, dan handuk terhadap penderita ISPA.
3. Tutup Mulut dan Hidung Saat Batuk dan Bersin
Menutup mulut saat batuk atau bersin jadi salah satu cara untuk mencegah penyebaran infeksi saluran pernapasan atas (ISPA).
Menutup mulut saat batuk dan bersin ini bertujuan untuk mengurangi penyebaran droplet yang mengandung virus atau bakteri penyebab ISPA.
Kegiatan menutup mulut dan hidung ini bisa dilakukan menggunakan media tangan, tisu, atau sapu tangan.
Namun, jika menutup mulut dan hidung dengan media tangan, segera cuci tangan menggunakan sabun dan air bersih mengalir. Bila perlu tambahkan hand sanitizer untuk menjaga kebersihan tangan.
Gunakan masker saat berada di luar ruangan atau di dekat orang penderita ISPA, terhindar dari percikan droplet penyebab ISPA tertular.
4. Kurangi Merokok
Tidak merokok jadi salah satu cara untuk mencegah sinusitis, selesma, dan laringitis.
Sinusitis merupakan peradangan atau pembengkakan pada jaringan yang melapisi sinus, dengan gejala nyeri pada wajah, hidung tersumbat, pilek, kehilangan penciuman, batuk atau sesak, demam, bau mulut, kelelahan, dan sakit gigi.
Salah satu penyebab sinusitis adalah asap rokok yang dapat menyebabkan kerusakan silia, penyebab lendir pembersih hidung kembali ke sinus, dan menyebabkan infeksi serta iritasi pada laring sehingga menyebabkan laringitis.
Oleh karena itu, berhenti merokok jadi salah satu pilihan agar terhindar dari ISPA
5. Hindari Kafein
Selain rokok, ternyata kafein juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ISPA
Kandungan kafein ini dapat menyebabkan dehidrasi, sehingga cairan dalam tubuh berkurang, karena cairan tubuh berkurang, mucus pun mengental dan menyebabkan batuk mengendap pada tubuh.
Maka, membatasi minuman berkafein, merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya dehidrasi, yang dapat menghambat batuk susah untuk keluar dari dalam tubuh. (mg3)











Balas
Lihat komentar