Polres Gresik Bentuk Satgas PAM Sentot Prawirodirjo, Amankan Suro Agung dan Pengesahan PSHT

Pemasangan Rompi Satgas PAM Sentot Prawirodirjo oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu.(Istimewa)
Pemasangan Rompi Satgas PAM Sentot Prawirodirjo oleh Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu.(Istimewa)

Gresik, blok-a.com – Polres Gresik mulai menyiapkan langkah serius untuk mengamankan peringatan Suro Agung dan pengesahan anggota baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang rutin digelar setiap tahun.

Pengamanan ini dibahas tuntas dalam rapat koordinasi (rakor) yang digelar pada Kamis (26/6/2025) di Rupatama Sarja Arya Racana Polres Gresik.

Rakor ini juga menandai pembentukan Satuan Tugas Pengamanan (Satgas PAM) Sentot Prawirodirjo yang akan menjadi garda terdepan dalam pengamanan kegiatan.

Hadir dalam rakor tersebut Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, Wakapolres Kompol Danu Anindhito Kuncoro Putro, jajaran PJU Polres Gresik, seluruh Kapolsek, serta Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani, Kasdim 0817/Gresik Mayor Infanteri Siari, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Misbahul Munir, dan perwakilan dari berbagai perguruan silat se-Kabupaten Gresik.

Kapolres Gresik menekankan pentingnya soliditas seluruh pihak dalam menjaga keamanan, khususnya dalam momentum Suro Agung yang bertepatan dengan 1 Muharram 1447 H.

“Kita harus satu pemahaman. Pengesahan perguruan silat ini rutin, tapi potensi kerawanannya juga nyata. Jangan sampai kita lengah,” tegas Kapolres.

AKBP Rovan mengingatkan potensi gangguan seperti konvoi, kumpul-kumpul besar, dan provokasi di media sosial yang bisa memicu gesekan antar kelompok. Ia menegaskan, semua personel harus mengikuti SOP yang telah disepakati.

“Selama Suro Agung, tidak ada konvoi. Masyarakat diimbau untuk berdoa di rumah masing-masing,” lanjutnya.

Kapolres juga meminta peran aktif para ketua perguruan silat untuk ikut menjaga kondusivitas, menggalang anggotanya agar tidak mudah terprovokasi, serta mengutamakan edukasi di lapangan dan di media sosial.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Gresik Kompol Yusis Budi Krismanto memaparkan, ada 775 personel gabungan yang akan disebar di lapangan. Mereka terdiri dari anggota Polres Gresik, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, serta personel BKO dari Polda Jatim dan Brimob.

“Penjagaan ketat juga akan dilakukan di 13 titik penyekatan, termasuk perbatasan Duduksampeyan-Lamongan dan Terminal Bunder,” jelas Yusis.

Adapun pengesahan PSHT akan berlangsung dua hari. Parluh 17 pada Jumat (27/6/2025) di Padepokan Asempandan, Desa Kambingan, Kecamatan Cerme. Sedangkan Parluh 16 pada Minggu (29/6/2025) di Gedung Serbaguna, Desa Boteng, Kecamatan Menganti.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Gresik Misbahul Munir menyatakan dukungan penuh atas langkah cepat Polres Gresik.

“Kami dari Pemkab Gresik siap all out bersama Satpol PP dan Dishub untuk mengamankan kegiatan ini,” ujarnya.

Kasdim 0817/Gresik Mayor Infanteri Siari juga mengingatkan soal pentingnya antisipasi terhadap konvoi dan berita provokatif yang berpotensi menyulut situasi.

“Peran orang tua juga penting, jangan lepas pengawasan terhadap anak-anaknya,” pesannya.

Kasat Intelkam Polres Gresik Iptu Bagas Indra Wicaksono menegaskan bahwa pengamanan Suro Agung harus bersinergi, mengingat kegiatan ini berlangsung serentak dengan Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.

“Potensi pergerakan massa dari luar Gresik harus diwaspadai. Kami minta seluruh perguruan silat ikut mengimbau anggotanya agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing isu di lapangan,” ujar Bagas.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengajak semua pihak untuk menjaga tradisi Suro Agung tetap berjalan dengan damai.

“Kegiatan Suroan ini tradisi turun temurun. Mari kita jaga marwahnya dengan damai dan saling menghormati,” pesan Bupati.

Ia juga berharap perguruan silat aktif mengedukasi anggotanya untuk menjaga ketertiban, baik di lapangan maupun di media sosial.

Rakor ditutup dengan pembacaan dan penandatanganan Ikrar Prasetya Silat Indonesia oleh seluruh perwakilan perguruan silat yang hadir. Ikrar tersebut berisi komitmen untuk menjaga persaudaraan, menegakkan kebenaran, dan menjaga keutuhan bangsa.

Sebagai simbol kesiapan, acara ditutup dengan pemasangan rompi Satgas PAM Sentot Prawirodirjo dan sesi foto bersama.(ivn/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com