Gercep Ringkus Komplotan Maling Kabel, PLN Jatim Beri Penghargaan Polres Gresik Jajaran

Penghargaan kepada Polres Gresik di ruang Majapahit PT PLN Unit Induk Distribusi Jatim Surabaya.
Penghargaan kepada Polres Gresik di ruang Majapahit PT PLN Unit Induk Distribusi Jatim Surabaya.

Gresik, blok-a.com – General Manager PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Agus Kuswardoyo mengapresiasi keberhasilan Polres Gresik dan Polres Mojokerto Kota dalam meringkus komplotan pencuri kabel yang merugikan PLN hingga ratusan juta rupiah.

Apresiasi itu disampaikan langsung Agus Kuswardoyo kepada Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom dan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adi Satria bertempat di ruang Majapahit PT PLN Unit Induk Distribusi Jatim Surabaya.

Agus Kuswardoyo mengucapkan banyak terimakasih kepada Kepolisian yang berhasil mengamankan tersangka komplotan pencurian kabel berasal dari Cilegon pada bulan Juli 2023 lalu.

“Diringkusnya komplotan maling yang beraksi di Kabupaten Gresik dan kabupaten Mojokerto Kota membuat masyarakat bisa lebih tenang karena aliran listrik tidak terganggu,” ucap Agus.

Lebih lanjut, atas keberhasilan ungkap kasus pencurian kabel PLN, pihaknya menyampaikan terima kasih atas support dan kerjasamanya antara PT. PLN dengan Kepolisian. Sehingga pengungkapan ini bisa berjalan aman dan lancar.

Sebelumnya, Kapolres Gresik AKBP Adhitya Panji Anom merilis empat tersangka pencurian kabel milik PLN.

Mereka telah beraksi di 32 TKP yang tersebar mulai Kecamatan Sidayu, Ujungpangkah, Cerme, Kebomas, Kota, Menganti, Benjeng dan Balongpanggang.

Ulah komplotan yang memotong kabel di panel trafo itu telah mengganggu aliran listrik bagi masyarakat Gresik.

Berkat gerak cepat dan sinergi yang baik, komplotan maling kabel ini berhasil diringkus Satreskrim Polres Gresik.

Keempat tersangka dikenakan Pasal 363 Ayat (4) dan (5) Jo Pasal 65 Ayat (1) KUHPidana.

“Para tersangka ancaman hukuman pidana maksimal 9 tahun penjara,” ujar AKBP Adhitya.(ivn/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?