blok-a.com. Wajah cemas dan khawatir masih terlihat dari sanak saudara dan orang tua Nazwa Aulia, warga Dusun Jamberejo, Desa Ringinkembar, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang. Perempuan 15 tahun itu tak diketahui keberadaannnya usai dijemput seorang laki-laki dan perempuan keturunan Tionghoa di rumahnya.

Sampai sekarang Nazwa Aulia (15) gadis belia asal asal Dusun Jamberejo Desa Ringinkembar Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang masih belum ketemu.
Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Malang masih menyelidiki kasus laporan orang hilang tersebut. Tim juga masih terus mencarinya. Bahkan pencarian meluas sampai ke daerah Surabaya.
Untuk kronologis kasus ini, Nasihin (37) ayah dari Aulia menceritakan. Pada Selasa, 10 Mei 2022 lalu Ia didatangi oleh dua orang laki-laki dan perempuan keturunan Tionghoa.
“Kedua orang itu menemui Nasihin (orang tua Nazwa) untuk mempekerjakan Nazwa Aulia sebagai pembantu rumah tangga dengan gaji Rp2,5 juta per bulan,” terang Kepala Desa Ringinkembar Subaidi saat dikonfirmasi, Rabu (18/05/2022).
Kepada Subaidi, Nasihin (37) mengaku tidak sadar saat menyerahkan anak gadisnya pada Kamis (12/05/2022) sekitar pukul 15.00 WIB.
“Nasihin dan istrinya (Rokayeh) mengatakan seperti terkena gendam. Sehingga menyerahkan anaknya begitu saja tanpa menanyakan detail kontrak kerja dan nomor telepon keduanya,” jelasnya.
Kedua orang tua gadis yang akrab disapa Lia itu hanya diberikan alamat Perumahan Araya Blok B-7, Kota Malang. Setelah ditelusuri, ternyata alamat itu fiktif. Begitu mengetahui anaknya masuk dalam masalah serius, Nasihin dan Rokayeh langsung melaporkannya kepada Polres Malang.
“Semoga laporan ini bisa langsung ditindak lanjuti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Malang. Sementara kami akan terus melakukan pengejaran dan pencarian setiap ada informasi yang masuk,” tegasnya.
Namun dua hari setelahnya, Kamis 12 Mei 2022, Lia hilang kontak hingga saat ini. Ponselnya tidak bisa dihubungi lagi.
Menanggapi hal itu, Kasatreskrim Polres Malang AKP Donny Kristian Baralangi menjelaskan, pihaknya sudah menerima laporan dan melakukan penyelidikan keberadaan korban.
“Soal orang tionghoa yang ngajak korban, belum bisa kita jadikan DPO karena kasus ini masih dalam penyelidikan. Kami sudah menurunkan Anggota untuk menyebar ke Pakis dan Surabaya. Mencari keberadaan korban hingga ke Surabaya,” kata Donny, Rabu (18/5/2022).
Menurut Donny, sampai sejauh ini pihaknya sudah menerima laporan kasus ini dari orang tua korban. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi.
“Laporan awal sedang kita dalami arahnya kemana, pada awal cerita anak ini ditawari kerja, dan orang yang menawari kerja sudah ngomong ke bapaknya, tapi tidak secara detail. Karena hari kedua masih bisa kontak. Setelah itu tidak bisa dikontak lagi,” katanya menegaskan.(frd)










Balas
Lihat komentar