Mojokerto, blok-a.com – Kapolres Mojokerto AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, S.H., S.I.K., M.M., bersilaturahmi dengan keluarga besar Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris) 2 Mojokerto di Dusun Guwo, Desa Jabontegal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Kamis (15/10/2026).
Kedatangan Kapolres bersama rombongan Pejabat Utama (PJU) Polres Mojokerto tersebut disambut hangat oleh pendiri Ponpes Nuris 2, Dr. KH. Ahmad Siddiq, S.E., M.M., serta ribuan santri dan santriwati yang berjejer rapi di halaman pesantren.
Kunjungan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian dan kalangan pesantren dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Rombongan Kapolres turut didampingi Kasat Lantas, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Kasi Humas, Kasat Binmas, dan Kapolsek Pungging.
Dalam sambutannya, Dr. KH. Ahmad Siddiq menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kunjungan Kapolres Mojokerto beserta jajaran. Menurutnya, kehadiran kepolisian di lingkungan pesantren merupakan bentuk perhatian terhadap dunia pendidikan keagamaan. Sekaligus upaya membangun hubungan yang harmonis antara ulama dan umara.
“Saya ucapkan selamat datang dan terima kasih kepada Bapak Kapolres beserta jajarannya atas kedatangannya di Ponpes Nurul Islam 2. Kita doakan Bapak Kapolres Mojokerto senantiasa diberi kesehatan serta kemudahan dalam bertugas dan meniti karier yang lebih tinggi ke depannya,” ujarnya.
KH. Ahmad Siddiq juga menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan umara dalam membangun bangsa. Ia menjelaskan, pesantren memiliki peran dalam mengajak masyarakat pada kebaikan atau amar ma’ruf. Sedangkan kepolisian menjalankan tugas menjaga ketertiban dan menindak pelanggaran atau nahi mungkar.
“Dunia pesantren mengambil peran amar ma’ruf, serta rekan-rekan Polri mengambil peran nahi mungkar. Sehingga, kita harus bersinergi untuk membangun negeri ini,” tambahnya di hadapan ribuan santri.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Mojokerto AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengaku bangga dapat hadir dan bertemu langsung dengan ribuan santri. Ia mengapresiasi semangat para santri yang tidak hanya mendalami ilmu agama, tetapi juga mempelajari ilmu pengetahuan umum.
Menurutnya, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk generasi muda yang berilmu, berkarakter, dan mampu menjadi pemimpin bangsa pada masa depan.
Kapolres juga menegaskan pentingnya membangun hubungan yang erat antara kepolisian, tokoh agama, dan masyarakat. Ia menyebut kehadiran jajaran Polres Mojokerto di lingkungan pesantren merupakan salah satu bentuk upaya mendekatkan Polri dengan masyarakat.
“Saat ini Polri dipimpin oleh Kapolri yang baru. Beliau menyampaikan bahwa peran ulama dan umara harus seiring dan sejalan. Polri saat ini punya tagline baru, yaitu ‘Polisi Bersama Masyarakat’. Kehadiran kami di sini adalah wujud dari tagline itu,” tegasnya.
Selain menyampaikan pesan tentang sinergi, Kapolres mengingatkan para santri agar bijak dalam menggunakan media sosial. Terutama di tengah maraknya informasi yang belum tentu benar.
Ia meminta para santri tidak mudah percaya terhadap kabar yang beredar di dunia digital, terlebih jika sumber dan kebenarannya belum dapat dipastikan. Para santri juga diimbau tidak ikut menyebarluaskan informasi yang berpotensi menyesatkan masyarakat.
“Saya melihat pesantren ini tidak hanya belajar ilmu agama, tetapi juga ilmu yang lebih luas. Saya juga mengingatkan agar santri dan santriwati di sini dapat menyaring berita, karena sekarang banyak berita hoaks beredar di masyarakat. Jangan mudah percaya dan jangan mudah menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya,” pesannya.
Pesan penting lainnya yang disampaikan Kapolres adalah bahaya penyalahgunaan narkoba dan obat-obatan terlarang. Ia mengajak seluruh santri untuk menjauhi narkoba serta tidak membiarkan lingkungan pendidikan menjadi sasaran peredaran barang terlarang tersebut.
Kapolres menegaskan, generasi muda memiliki masa depan panjang yang harus dijaga. Karena itu, para santri diminta tidak merusak masa depan mereka dengan penyalahgunaan narkoba.
“Saya juga mengingatkan agar santri-santri di sini menjauhi obat-obatan terlarang dan menolak obat-obatan terlarang di Bumi Indonesia. Masa depan kalian masih panjang, jangan dirusak oleh narkoba,” ujarnya.
Tak hanya narkoba, Kapolres juga menyoroti pentingnya mencegah segala bentuk kekerasan dan perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan, termasuk di pondok pesantren.
Ia mengapresiasi lingkungan Ponpes Nuris 2 yang, menurutnya, sejauh ini tidak mengalami kejadian kekerasan sebagaimana yang menjadi perhatian di sejumlah lingkungan pendidikan. Meski demikian, ia meminta seluruh pihak terus menjaga situasi tersebut dengan mengedepankan sikap saling menghormati.
“Kami juga menyoroti kekerasan di lingkungan kita, tetapi saya bersyukur bahwa tidak ada kejadian kekerasan di Ponpes Nurul Islam ini. Tolong jaga terus budaya saling menghormati, jangan ada bullying di antara santri. Kalau ada masalah, selesaikan dengan musyawarah,” tambahnya.
Pesan tersebut menjadi penekanan agar lingkungan pesantren tetap menjadi tempat belajar yang aman, nyaman, dan mendukung pembentukan karakter santri. Sikap saling menghargai serta penyelesaian masalah melalui musyawarah diharapkan dapat mencegah terjadinya konflik maupun kekerasan antarsantri.
Silaturahmi Kapolres Mojokerto dengan keluarga besar Ponpes Nuris 2 diharapkan semakin memperkuat komunikasi antara kepolisian dan tokoh agama. Hubungan yang baik tersebut juga diharapkan mendukung pertukaran informasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Mojokerto.
Kolaborasi antara Polri dan lembaga pendidikan keagamaan dinilai penting, terutama dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, seperti narkoba, penyebaran hoaks, dan kekerasan di lingkungan pendidikan.
Dengan dukungan para pengasuh pesantren, tokoh agama, serta masyarakat, upaya menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif diharapkan dapat berjalan lebih optimal.
Menutup sambutannya, Kapolres Mojokerto kembali menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan keluarga besar Ponpes Nuris 2. Ia berharap dapat menjalankan tugas dengan baik serta terus menjaga keamanan dan kondusivitas wilayah Mojokerto.
“Saya sekali lagi mengucapkan terima kasih banyak atas sambutan yang diberikan kepada kami. Saya merasa bangga bisa berdiri di tempat ini dan tidak akan lupa pengalaman saya di ponpes ini. Doakan saya semoga bisa bertugas dengan baik dan dapat menciptakan Mojokerto yang aman dan kondusif,” pungkasnya.
Sambutan tersebut disambut tepuk tangan meriah dari ribuan santri dan santriwati yang hadir. Kegiatan silaturahmi ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya kebersamaan antara kepolisian, ulama, dan masyarakat dalam membangun lingkungan yang aman serta mendukung masa depan generasi muda.(Sya)










Balas