Blok-a.com – Insiden kematian driver ojol Affan Kurniawan akibat dilindas kendaraan taktis Brimob berujung pada pemecatan tidak hormat komandan unit. Vonis tersebut dijatuhkan dalam sidang Kode Etik Profesi Polri (KEPP) yang berlangsung Rabu (3/9/2025) malam di Gedung TNCC, Mabes Polri, Jakarta Selatan.
Peristiwa nahas ini terjadi di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, saat berlangsungnya unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI. Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online berusia 21 tahun, tewas usai ditabrak dan dilindas kendaraan taktis Brimob pada Kamis (28/8/2025) malam. Ia meninggal di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Jumat (29/8/2025) dini hari.
Saat kejadian, Affan sedang menjalankan tugasnya sebagai driver ojol untuk mengantar pesanan. Ia terjebak dalam situasi ricuh dan terpeleset hingga jatuh ke jalan, di jalur yang dilalui laju mobil Rantis Brimob. Rantis yang menabrak Affan diduga adalah jenis Rimueng, kendaraan lapis baja bermesin 3.200.
Dari video yang beredar di berbagai platform media sosial, Rantis yang awalnya ‘hanya’ menabrak Affan sempat berhenti sejenak. Namun, sayangnya justru melanjutkan laju dan melindas korban hingga menyebabkan luka parah yang berujung pada kematian.
Kasus ini segera menyedot perhatian publik. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan belasungkawa sekaligus menegaskan komitmennya mengusut tuntas tragedi tersebut. Polri pun bergerak cepat, kasus segera dilimpahkan ke Bareskrim setelah ditemukan indikasi tindak pidana.
Dua anggota Brimob kemudian disidangkan secara internal. Kompol Kosmas Kaju Gae, Komandan Batalyon Resimen 4 Korbrimob, menjadi fokus utama sidang etik pada Rabu (3/9). Sementara sopir kendaraan, Bripka Rohmat, menjalani sidang etik sehari kemudian.
Hasilnya, Komisi Kode Etik Polri menjatuhkan sanksi pemberhentian dengan tidak hormat (PTDH) kepada Kompol Kosmas. Putusan itu dibacakan langsung di ruang sidang, dan Kosmas terlihat menangis mendengar vonis. Untuk Bripka Rohmat, proses etik masih berlanjut dengan tuduhan pelanggaran berat.
Sebelumnya, kasus kematian Affan telah menimbulkan reaksi luas, baik dari komunitas driver ojol, Komnas HAM, maupun masyarakat umum. Yang kemudian memicu aksi solidaritas yang diikuti demo massa, dan berujung pada kericuhan yang masif di berbagai daerah. (gni)










Balas
Lihat komentar