Blok-a.com – Sebagian wanita mungkin pernah memperhatikan warna darah menstruasi yang berbeda-beda dan merasa bingung atau khawatir saat melihat perubahan warna darah tersebut.
Sebenarnya, warna darah menstruasi bisa bervariasi, dan ini adalah hal yang cukup normal. Perubahan warna darah ini bisa dipengaruhi oleh beberapa hal.
Qonitcah, seorang influencer kesehatan yang dikenal melalui akun TikTok @qonitcah membagikan beberapa penjelasan terkait macam-macam warna menstruasi normal dan tidak normal.
Warna Pink
Menurut Qonitcah, warna pink normal jika menstruasi tidak terlalu banyak atau baru mulai, karena percampuran lendir dan darah segar. Namun, jika berlangsung terus-menerus, bisa menandakan anemia atau rendahnya hormon estrogen, yang berisiko menyebabkan keguguran saat hamil.
“Yang pertama, warna pink ini bisa dibilang normal kalau mens kalian lagi nggak banyak atau baru aja mulai, karena ada percampuran lendir dengan darah segar,” ujar Qonitcah.
“Tapi, ini juga bisa dibilang nggak normal kalau terus-terusan terjadi selama periode mens, karena kemungkinan kalian kekurangan sel darah merah atau anemia, dan juga kemungkinan rendahnya jumlah hormon estrogen di tubuh kalian. Kalau enggak ditangani, berisiko mengalami keguguran pas hamil nanti,” sambungnya.
Merah Cabai atau Merah Terang
Warna darah merah cabai atau merah terang sebenarnya adalah tanda yang normal, terutama ketika menstruasi sedang deras. Hal ini dikarenakan rahim bekerja terlalu cepat untuk mengeluarkan darah, sehingga darah yang keluar tidak sempat teroksidasi oleh oksigen di udara.
“Yang kedua, merah cabai atau merah terang. Ini normal, biasanya muncul pas mens lagi deras, karena rahim terus-terusan meres dirinya, jadi darah langsung keluar dan enggak ada waktu buat ketemu sama oksigen,” jelas Qonitcah.
Merah Gelap
Menurut Qonitcah, warna darah merah gelap normal, terutama jika menstruasi tidak banyak. Gumpalan kecil yang keluar juga wajar, karena membantu mencegah tubuh kehilangan darah terlalu banyak.
“Lanjut, merah gelap. Ini juga normal, biasanya warna ini muncul pas lagi nggak terlalu banyak. Tapi, kalau misalnya ada gumpalan yang kayak gini, gimana dong? Tenang-tenang, ini masih normal, karena plasma dan trombosit darah bakalan ngebentuk gumpalan ini buat mencegah badan kehilangan darah terlalu banyak,”
Namun, jika ada gumpalan yang ukurannya lebih dari 2,5 cm, kemudian menstruasi sangat deras, dan disertai gejala seperti lelah atau sesak napas, dan menstruasi ini dialami lebih dari 7 hari, Qonitcah menyarankan untuk periksa ke dokter.
Warna Coklat
Warna darah menstruasi yang berubah menjadi coklat sebenarnya sangat normal, terutama pada hari-hari terakhir menstruasi. Hal ini terjadi karena darah yang sudah keluar terlalu lama teroksidasi oleh oksigen, yang kemudian mengubah warnanya menjadi coklat.
“Lanjut, yang keempat, warna coklat. Warna ini pasti sering banget bikin overthinking, takut abcd, tapi ternyata ini normal banget. Biasanya muncul pas hari-hari akhir mens. Ini dikarenakan darah bakal teroksidasi sama oksigen dan jadi warna coklat kayak gini,” pungkasnya. (hen)









