Blok-a.com – Panci aluminium sering digunakan oleh banyak orang sebagai alat masak sehari-hari. Namun, ada potensi risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama bagi anak-anak.
Dokter Gerry Adrian, melalui video di akun TikTok-nya @gerryadrianw, mengingatkan orang tua akan bahaya panci aluminium terhadap kesehatan, karena dapat menyebabkan anemia defisiensi besi pada anak.
“Aluminium berpotensi membuat anak kita anemia defisiensi besi. Berdasarkan data dari Kemenkes tahun 2022, satu dari tiga anak di Indonesia mengalami anemia defisiensi besi,” ujar Dokter Gerry Adrian.
Dokter Gerry menjelaskan, salah satu penyebab utama anemia defisiensi besi pada anak adalah gangguan penyerapan zat besi, atau yang disebut dengan malabsorpsi.
Zat besi sangat penting untuk membentuk hemoglobin dalam tubuh, yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Tanpa hemoglobin yang cukup, anak dapat mengalami anemia. Salah satu penyebab gangguan penyerapan zat besi ini adalah konsumsi aluminium dalam jumlah berlebih.
Menurut Dokter Gerry, aluminium dapat menghambat aktivitas enzim yang diperlukan untuk penggunaan zat besi dalam pembentukan hemoglobin.
“Aluminium diduga bisa menghambat aktivitas enzim atau mengganggu zat besi sehingga tidak bisa digunakan untuk membentuk heme, yang menjadi bahan utama hemoglobin,” tambahnya.
Aluminium ini, menurut Dokter Gerry, bisa masuk ke dalam tubuh kita melalui makanan yang dimasak menggunakan panci aluminium.
“Aluminium ini bisa didapatkan dari mana? Dari panci aluminium yang kita pakai sehari-hari untuk masak,” kata Dokter Gerry.
Meskipun tidak semua panci aluminium berbahaya, setiap kali kita memasak dengan panci ini, ada kemungkinan kandungan aluminium tersebut akan masuk ke dalam makanan yang kita konsumsi.
Terlebih lagi, jika kita memasak makanan dengan bahan yang bersifat asam, seperti tomat, cuka, atau jeruk nipis. Bahan-bahan tersebut dapat melepaskan lebih banyak aluminium ke dalam makanan yang kita konsumsi.
“Ditambah lagi, kalau kita masaknya suka yang asam-asam, misalnya dengan menambahkan tomat, cuka, jeruk nipis, atau apapun yang asam-asam, itu akan bereaksi dengan aluminium dan mengeluarkan aluminium tersebut ke dalam makanan kita,” ujar Dokter Gerry.
Maka dari itu, Dokter Gerry menyarankan agar kita lebih berhati-hati dalam memilih peralatan masak. Ia menganjurkan untuk menggunakan panci atau alat masak yang terbuat dari stainless steel atau menggunakan panci dengan lapisan anti-lengket (non-stick), yang menggunakan bahan batu atau keramik
“Nah, jadi saran saya, pakailah panci atau alat masak yang stainless yang benar-benar bagus, supaya bisa awet pemakaiannya. Dan kalau mau cari yang non-stick dengan lapisan anti-lengket, itu boleh yang menggunakan bahan batu atau keramik,” pungkasnya. (hen)









