Blok-a.com – Larangan keluar saat waktu maghrib terutama untuk anak-anak kerap kali menjadi perbincangan masyarakat hingga dikaitkan dengan hal-hal yang berbau mistis.
Konon katanya waktu tersebut merupakan waktu dimana para makhluk halus berkeliaran. Sehingga para orang tua pada zaman dahulu saat waktu Maghrib tiba, mereka melararang bahkan menjemput anaknya yang sedang bermain untuk segera pulang ke rumah.
Karena mereka beranggapan, bahwa jika saat waktu Maghrib tiba dan anak-anaknya masih diluar, mereka takut anaknya terkena musibah dalam hal mistis, seperti anaknya hilang yang konon katanya diculik oleh makhluk halus.
Namun ternyata, memang terdapat hadist yang melarang anak-anak keluar rumah saat waktu maghrib. Hadist tersebut menyebutkan bahwa saat maghrib, setan dan jin tengah berkeliaran.
Dalam hadist Rasulullah SAW bersabda: “Jangan kalian membiarkan anak anak kalian di saat matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam sebab setan berpencar jika matahari terbenam sampai menghilang kegelapan malam,” (Dari Jabir dalam kitab Sahih Muslim).
Dijelaskan dalam Sahih Muslim, Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ – أَوْ أَمْسَيْتُمْ – فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيَاطِينَ تَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنَ اللَّيْلِ فَحُلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الأَبْوَابَ ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا
Artinya: Jika sore hari mulai gelap maka tahanlah bayi-bayi kalian sebab iblis mulai bergentayangan pada saat itu. Jika sesaat dari malam telah berlalu maka lepaskan mereka, kunci pintu pintu rumah dan sebutlah nama Allah sebab setan tidak membuka pintu yang tertutup.
Alasan anak-anak dilarang keluar pada waktu tersebut karena dikhawatirkan terjadi sesuatu. Karena setan biasanya berlindung di najis yang menempel pada anak-anak. Zikiran yang melindungi anak-anak juga biasanya tidak ada.
Selain dijelaskan dalam pandangan islam, larangan keluar saat maghrib juga terdapat penjelasan ilmiahnya.
Diterangkan dalam buku The Science of Salat, penulis buku, Dr. Ir. H. Osly Rachman, MS, menjelaskan pada saat magrib spektrum warna alam berubah menjadi spektrum kemerahan.
Cahaya tersebut berupa gelombang elektromagnetik yang setiap warnanya memiliki perbedaan energi dan frekuensi serta panjang gelombang.
Perubahan spektrum tersebut selaras dengan frekuensi jin dan iblis yaitu spektrum merah iblis dan jin akan bertambah kuat karena memiliki gelombang yang sama dengan alam.
Tumpang tindihnya gelombang membuat penglihatan kurang tajam oleh adanya fatamorgana. Maka dari itu, pengendara dianjurkan untuk tidak berkendara pada waktu magrib.










Balas