Kota Malang, Blok-a.com – Menjadi penyanyi profesional adalah impian Desita Ayu. Gadis 26 tahun asal Kota Malang ini telah mengikuti berbagai kompetisi bernyanyi hingga ajang pencarian bakat hingga Indonesia Idol.
Sebagai penyanyi yang sudah banyak menyabet berbagai penghargaan, Desita Ayu membagikan seputar aktivitasnya dalam berlatih bernyanyi.
Menjadi seorang penyanyi tentu harus memiliki teknik yang bagus. Dunia tarik suara tidak hanya cukup memiliki suara yang enak didengar. Namun juga berbagai teknik yang mumpuni. Desi-sapaannya- sering berlatih olah vokal rutin. Dia bisa mulai pagi hari hingga sore hari.
“Biasanya aku berlatih sama coach aku,” bebernya, Minggu (4/9/2023).
Latihan itu dilakukannya hampir setiap hari. Rangkaiannya meliputi pemanasan, mengingat kembali teknik vokal yang sudah dipelajari, hingga belajar teknik-teknik baru.
Hal itu dilakukan gadis asal Kota Malang secara rutin, terlebih ketika lolos audisi Indonesia Idol beberapa tahun lalu. Sebelum berangkat ke Jakarta, dia dituntut untuk menguasai teknik tertentu.
Untuk berlatih vokal, diperlukan latihan pernafasan diafragma. Pasalnya, diafragma merupakan bagian penting dalam bernyanyi.
Tidak hanya itu, seorang vokalis harus bisa melafalkan huruf vokal dengan benar. Menentukan karakter suara juga sangat diperlukan.
Pasalnya, karakter suara jelas akan menentukan genre lagu yang cocok dinyanyikan.
Untuk mendukung hal itu, seorang penyanyi bisa memulainya dari teknik hamming. Posisikan tubuh dengan benar untuk membuat jalur bernafas yang baik. Kemudian, lakukan pemanasan bernyanyi.
Ketika ditanya soal pantangan, penggemar Mariah Carey ini mengaku tidak ada.
“Aku tuh iya tetep makan gorengan, es krim, nggak ada aja pantangan,” ujar wanita berambut panjang ini.
Desi menjelaskan yang terpenting adalah perasaan yang dibawakan ketika bernyanyi. Namun, dia tidak terlalu menyukai makan sebelum bernyanyi. Dia hanya minum air putih saja.
Saat ini, alumni Universitas Brawijaya ini fokus bernyanyi banyak genre lagu. Kesibukannya sebagai penyanyi di berbagai event mendorongnya untuk belajar banyak lagu-lagu baru. Berbeda lagu tentu berbeda pula teknik menyanyikannya. Kecintaannya bernyanyi mulai sejak dia berusia 2 tahun.
Orang tuanya kemudian mendorongnya mengikuti berbagai ajang perlombaan bernyanyi sejak usia tiga tahun. Sampai saat ini, dia masih mencintai dunia tarik suara. Menurutnya, setiap lagu memiliki sesuatu untuk disampaikan. Hal itu menjadi tantangan tersendiri untuk Desi.
“Jadi nggak melulu soal teknik nyanyi, tapi juga ada perasaan dan sesuatu yang harus tersampaikan ke audiens,” papar gadis kelahiran Desember ini. (mg2/bob)











Balas
Lihat komentar