Blok-a.com – Terdapat sejumlah negara yang melarang perayaan Hari Valentine. Untuk mengetahuinya lebih lanjut, simak ulasannya berikut ini.
Saat Hari Valentine tiba, ada banyak orang yang mempersiapkan hadiah untuk orang terkasih, entah pasangan, keluarga maupun teman. Kebanyakan hadiah di Hari Valentine yang populer adalah coklat, bunga hingga hadiah mewah lainnya.
Meski perayaan ini terkenal dan hampir seluruh dunia merayakannya, ternyata ada sejumlah negara di dunia yang melarang adanya perayaan Hari Valentine, berikut daftarnya:
1. Malaysia
Sebanyak 61% penduduk Negara Malaysia beragama Islam. Konsep Hari Valentine dianggap bertentangan dengan hukum Islam. Sejak 2005, otoritas Islam membuat fatwa agama yang melarang perayaan hari Valentine.
Pada 2011, polisi moral Islam (JAIS) menangkap 80 pasangan muslim karena merayakan hari raya ini. Petugas menggerebek banyak hotel di Selangor dan Kuala Lumpur, memulai kampanye dan penggerebekan anti-Hari Valentine.
2. Saudi Arabia
Saudi Arabia merupakan negara yang terletak di Asia Barat Daya, dengan penduduknya mayoritas beragama Muslim. Di negara tersebut, merayakan Hari Valentine adalah hal yang tabu dan bertentangan dengan ideologi negara itu.
Oleh karena itu, tidak ada perayaan Hari Valentine setiap 14 Februari. Bahkan hal-hal yang berkaitan dengan VAlentine seperti mawar merah atau boneka beruang juga dilarang.
3. Iran
Sebagai negara dari Timur Tengah yang luas dan kaya, Republik Islam Iran memang diperintah oleh banyak ulama. Sejak tahun 2011, pemerintah Iran tidak memperbolehkan adanya produksi barang atau hadiah yang berkaitan dengan Hari Valentine.
Promosi apa pun yang berhubungan dengan perayaan kasih sayang yang romantis, dianggap sebagai penyebaran budaya barat. Di Iran juga melarang pasangan yang belum resmi menikah untuk saling berhubungan atau bergaul. Meski tak ada perayaan Hari Valentine, Iran memberikan perayaan pengganti dengan festival kuno Mehrgan.
Perayaan itu ada di Iran sebelum masuknya Islam. Mehr sendiri bisa diartikan sebagai persahabatan, cinta, atau kasih sayang.
4. Rusia
Pada 2011 lalu, Gubernur Provinsi Belgorod di Rusia melarang perayaan Hari Valentine atas nama “keamanan spiritual”, karena dinilai tidak mendorong pembentukan nilai-nilai spiritual dan moral anak muda.
Tapi jangan salah, meski agak berbeda, Rusia secara teknis juga merayakan sejenis Hari Valentine. Pada tanggal 8 Maret, orang Rusia merayakan Hari Perempuan Sedunia dengan cara yang sama seperti budaya Barat merayakan valentine.
Orang-orang akan menunjukkan kasih sayang, sekaligus memberikan penghormatan kepada perempuan di seluruh dunia dan persamaan hak.
5. Indonesia
Indonesia termasuk salah satu negara yang menolak Hari Valentine. Ini terjadi terutama di beberapa daerah seperti Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Walau demikian, valentine sebenarnya populer di Jakarta.
Pejabat agama dan ulama bertujuan untuk melarang hari kasih sayang di negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia ini. Sebab, beberapa tahun terakhir banyak protes terhadap Hari Valentine yang dianggap mempromosikan perilaku seks bebas dan konsumsi alkohol yang amat bertentangan dengan hukum Islam.
6. Pakistan
Negara satu ini tampaknya benar-benar tegas melarang valentine melalui beberapa peraturan hukum. Pada 7 Februari 2018, Pengadilan Tinggi Islamabad menetapkan larangan perayaan Hari Valentine. Alasannya, ini merupakan impor budaya Barat dan bertentangan dengan ajaran Islam.
Pakistan Electonic Media Regulatory Authority (PEMRA) turut memperingatkan media massa untuk tidak mempublikasikan konten romantis pada 14 Februari.
Presiden Pakistan Mamnoon Hussain juga mengimbau para pemuda Pakistan untuk fokus belajar daripada ikut merayakan hari kasih sayang tersebut dan meminta mereka untuk selalu menjaga identitas agama dan nasional.










Balas