Blok-a.com – Skin barrier adalah lapisan pelindung yang menjaga kelembapan kulit dan melindunginya dari iritasi serta polusi. Namun, kebiasaan-kebiasaan tertentu dapat merusak skin barrier dan membuat kulit rentan terhadap berbagai masalah.
Dokter Ika, melalui video yang ia unggah di akun TikTok-nya @dokter_ika, menyebutkan beberapa hal yang bisa merusak skin barrier.
Yang pertama adalah terlalu sering mencuci muka. Dengan mencuci muka terlalu sering, kelembapan alami kulit bisa hilang, membuat kulit menjadi lebih kering dan rentan iritasi.
“Cuci muka itu maksimal 3 kali saja. Jika kulit kalian kering, itu maksimal dua kali saja cukup, karena cuci muka terlalu sering bisa menyebabkan gangguan pada kelembaban alami kulit,” ujar Dokter Ika.
Selain itu, menggosok kulit wajah dengan kasar juga dapat menyebabkan kerusakan pada skin barrier. Banyak orang yang menggunakan scrub atau menggosok wajah dengan keras, tetapi ini justru bisa menyebabkan physical stress pada kulit.
“Saya sudah tidak rekomendasikan lagi penggunaan scrub pada kulit wajah karena bisa menyebabkan physical stress pada kulit,” jelas Dokter Ika.
Dokter Ika juga menyoroti banyaknya video pemakaian bahan-bahan seperti deterjen atau pencuci piring untuk membersihkan wajah. Hal tersebut tentu sangat tidak dianjurkan karena bisa menghilangkan minyak alami kulit dan mengganggu keseimbangan kelembapan kulit, yang pada akhirnya merusak skin barrier.
“Yang ketiga, mencuci wajah dengan pasta gigi, pakai deterjen kuat, atau bahkan pencuci piring atau pencuci baju itu merusak skin barrier. Kan banyak tuh ya video yang pakai pencuci piring atau pencuci baju itu merusak skin barrier” kata Dokter Ika.
Beberapa orang mungkin masih menggunakan bahan alami untuk merawat kulit, seperti jeruk nipis, lemon, atau bawang putih. Namun, Dokter Ika memperingatkan agar bahan-bahan tersebut tidak digunakan pada kulit wajah.
“Menggunakan bahan alami seperti jeruk nipis, lemon, bawang putih, dan lain-lain. Itu jangan,” tegasnya.
Penggunaan eksfoliasi yang berlebihan juga dapat merusak skin barrier. Eksfoliasi memang penting untuk mengangkat sel-sel kulit mati, namun jika dilakukan terlalu sering atau menggunakan produk yang keras, hal ini justru menyebabkan iritasi dan mengganggu lapisan pelindung kulit.
“Penggunaan eksfoliasi yang terlalu berlebihan, seperti peeling-peeling. Bahan-bahan yang keras atau fungsinya sebagai poliator itu harus ada jeda waktunya, dan kamu bisa mengaturnya sesuai dengan ketahanan kulit kamu,” ungkap Dokter Ika.
Paparan sinar UV yang terus-menerus tanpa perlindungan juga merupakan salah satu penyebab kerusakan skin barrier. Oleh karena itu, Dokter Ika mengingatkan untuk selalu menggunakan tabir surya atau sunscreen.
Sebagai tambahan, Dokter Ika juga menekankan pentingnya memilih produk yang tepat untuk kulit. Penggunaan krim obat yang tidak sesuai indikasi atau produk dengan kandungan bahan keras seperti merkuri bisa merusak skin barrier.
“Penggunaan krim-krim obat, seperti antibiotik yang tidak sesuai indikasi, penggunaan kandungan-kandungan bahan keras yang tidak sesuai, seperti merkuri, dan lain-lain, itu sudah pasti merusak skin barrier,” pungkasnya. (hen)









