Sambil Santunan, Ponpes Mambaul Ulum 2 Malang Gelar Lomba Dekatkan Anak dengan Alquran

Pengasuh Ponpes Manbaul Ulum Malang, KH Noor Shodiq Askandar saat memberikan santunan kepada anak yatim & dhuafa. (blok-a.com / Berril Labiq)
Pengasuh Ponpes Manbaul Ulum Malang, KH Noor Shodiq Askandar saat memberikan santunan kepada anak yatim & dhuafa. (blok-a.com / Berril Labiq)

Malang, blok-a.com – Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Ulum 2 Malang  menggelar Haflatul Imtihan & Santunan Yatim dan Dhuafa dalam rangka semarak bulan Muharram, Minggu (20/7/2025).

Acara tahunan kali ini mengusung tema Merajut Cinta Alquran, Menebar Berkah untuk Sesama, dengan membahagiakan anak-anak yatim dan dhuafa, mendekatkan mereka pada Alquran, serta membangun rasa percaya diri melalui kegiatan lomba dan interaksi sosial.

Kegiatan tersebut dibuka dengan  meriah dan semangat lewat lomba-lomba yang diperuntukkan bagi anak-anak yatim dan dhuafa. Menariknya, tahun ini lomba-lomba yang digelar dirancang lebih dekat dengan kebiasaan anak-anak. Seperti lomba mewarnai, adzan, hafalan surat pendek, dan aktivitas sederhana lainnya yang sehari hari mereka lakukan.

“Pola lomba kita perbaiki dari tahun lalu. Kita ingin lombanya nggak bikin mereka nervous. Kita ingin anak-anak ini merasa bahwa semua bisa jadi juara. Karena itu akan menumbuhkan rasa bangga, percaya diri, dan mencegah mereka tumbuh menjadi pribadi yang tertutup atau minder,” ungkap Pengasuh Ponpes Manbaul Ulum Malang, KH Noor Shodiq Askandar.

Selain lomba, rangkain acara di meriahkan dengan penampilan islami dari para santri. Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama juga digelar Haflatul Imtihan bagi para santri kecil penghafal Alquran. Tujuannya, agar sejak dini anak-anak terbiasa dekat dengan Alquran, memahami cara membacanya, dan kelak mampu menghafalkannya dengan baik.

“Ke depan, kami juga akan membuka kesempatan ini bagi anak-anak yatim dari lingkungan sekitar pondok, agar mereka bisa mendapatkan pengalaman belajar Alquran lebih dini,” jelas Gus Shodiq.

Acara ini juga diisi dengan mauidhoh hasanah oleh KH Zainal Arifin atau yang akrab disapa KH Zein Al-Nganjuk’i. Dengan gaya ceramah yang menghibur namun sarat makna, beliau menyampaikan pesan-pesan moral dan motivasi kepada para peserta, khususnya anak-anak.

Total peserta kegiatan santunan kali ini berjumlah 42 anak yatim. Meski demikian, jumlah anak binaan keseluruhan sebenarnya mencapai 65 orang. Sebanyak 23 anak lainnya telah menerima santunan terlebih dahulu saat kegiatan sholawat di laksanakan di NK Kafe beberapa waktu sebelumnya.

Uniknya, pelaksanaan santunan tidak hanya dilakukan oleh panitia. Masyarakat yang hadir juga terlibat langsung memberikan santunan secara pribadi. Sebagian lainnya menitipkan donasi berupa uang tunai, makanan, hingga perlengkapan sekolah. Semua bentuk bantuan berasal dari para donatur yang peduli dan bersedia berbagi.

“Saya ini hanya fasilitator. Yang bergerak dan berbagi itu teman-teman semua. Ada yang kirim roti, ada yang ngasih berkat, nasi, tas, minuman. Semuanya adalah wujud kepedulian terhadap anak miskin dan yatim,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Gus Shodiq berharap semangat kebaikan terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Dengan berbagi, tidak hanya memberi manfaat kepada yang membutuhkan, tapi juga memperkaya jiwa orang-orang yang cukup.

“Di balik kecukupan kita, masih banyak yang tidak cukup. Semoga dengan rutin mengadakan acara seperti ini, kita bisa meningkatkan semangat mereka dan terus menjaga kepedulian kita bersama,” tutupnya. (ber)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com