Kota Malang, blok-a.com – Pawai HUT ke-110 Kota Malang yang digelar hari ini, Sabtu (27/4/2024) berlangsung meriah dengan mengusung tema “Kuno dan Kini”.
Ribuan peserta yang berasal dari berbagai instansi, OPD, bahkan masyarakat umum Kota Malang memeriahkan gelaran ini dengan intepretasi mereka masing-masing yang tentunya berbeda-beda.
Berbagai macam kostum dan keahlian unik ditampilkan. Mulai dari nonik-nonik Belanda, perjuang kemerdekaan, bahkan petani mbois ada dalam pawai ini.
Petani mbois sendiri adalah tema yang diusung oleh kontingen Kedungkandang, karena tema tersebut menggambarkan kekuatan daerah ini sebagai produsen padi terbesar Kota Malang.
Pertunjukan pun beragam, mulai dari kesenian bantengan yang diusung beberapa peserta, kesenian barongan, bahkan dansa-dansi ala barat yang diusung oleh peserta lainnya.

Ada juga pertunjukan kelothekan yang diusung oleh Bapenda Kota Malang yang disambut meriah oleh penonton.
Masyarakat dari seluruh penjuru Kota Malang pun antusias untuk menonton pawai ini dengan membawa seluruh keluarga dan momongan.
Bahkan beberapa wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Kota Malang pun terlihat menikmati pawai ini.
Salah satunya adalah Taiyo dari Kota Nottingham, Inggris. Ia menyebutkan bahwa pawai ini sangat berbeda dengan pawai yang ia saksikan di negaranya.
Taiyo yang berkunjung dengan pasangannya menyebut ia terkejut dengan adanya pawai meriah semacam ini di Kota Malang.
“Saya tidak mengira ada pawai semacam ini saat berkunjung ke sini. Sangat berbeda dengan yang ada di negara saya,” ungkapnya jika diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia.
Pendukung klub Nottingham Forest ini menyrbut bahwa variasi dan kreatifitas peserta yang ada sangat menghibur.
“Pawai ini sangat menyenangkan karena ada macam-macam pertunjukan. Saya menikmatinya,” ujarnya jika diterjemahkan ke Bahasa Indonesia, sambil berjoget mendengarkan musik gamelan yang dimainkan salah satu peserta.
Tak lupa pedagang asongan yang mencari rejeki dari kerumunan penonton pun bertebaran sepanjang jalur pawai.
Mulai dari hang berjualan es, kudapan, mainan, bahkan tikar plastik untuk penonton duduk.(art/lio)









