Karang Taruna Gresik Semarakkan UMKM Lewat Kuliner Jajan Trate

Teks foto : Pasar kuliner UMKM bertajuk Kuliner Jajan Trate digelar dua minggu sekali di depan kantor Kelurahan Trate, Gresik.(blok-a.com/ivan) Pewarta : Ivan
Teks foto : Pasar kuliner UMKM bertajuk Kuliner Jajan Trate digelar dua minggu sekali di depan kantor Kelurahan Trate, Gresik.(blok-a.com/ivan)

Gresik, blok-a.com – Suasana Kelurahan Trate, Kecamatan Gresik, kembali ramai oleh gelaran pasar kuliner UMKM bertajuk “Kuliner Jajan Trate”.

Agenda yang digagas Karang Taruna (Kartar) Kelurahan Trate ini rutin digelar dua minggu sekali mulai pukul 06.30 hingga 09.30 langsung menyedot perhatian warga sekitar.

Di area pasar kuliner, deretan stand UMKM berdiri rapi, menampilkan ragam jajanan yang menggugah selera. Mulai dari donat, sate taichan, rice bowl, arang-arang kambang, moci, lontong gomeh, es krim, hingga bubur waduk dan makanan lainnya, semuanya dipajang oleh pelaku UMKM lokal yang antusias menawarkan produk kebanggaannya.

Rudi, Ketua Karang Taruna Kelurahan Trate, mengatakan bahwa acara ini lahir dari semangat untuk menghidupkan kembali geliat UMKM warga setempat.

“Dengan sumber anggaran swadaya yang terbatas, kami tetap ingin memberi ruang bagi UMKM Trate, dan bukan hanya warga sini, UMKM dari luar Trate juga boleh ikut meramaikan. Intinya kami ingin ekonomi mikro masyarakat bergerak,” jelas Rudi, minggu (16/11/2025) pagi.

Tak hanya pasar kuliner, warga juga disuguhi kegiatan senam pagi di awal acara. Suasana makin meriah ketika puluhan warga turut bergoyang mengikuti instruksi instruktur senam yang energik.

Gelaran ini tercatat sudah dua kali berjalan. Menurut Rudi, pihaknya tengah mempertimbangkan untuk meningkatkan frekuensi pelaksanaan.

“Yang awalnya dua minggu sekali, jika antusiasme terus naik, kami upayakan bisa digelar setiap minggu,” ujarnya.

Lurah Trate, Ruli Budiman, memberi dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Menurutnya, pasar kuliner tersebut menjadi momentum penting untuk mengangkat potensi UMKM sekaligus menghidupkan Koperasi Merah Putih (KMP) Trate melalui agenda pasar murah.

“Ini aspirasi masyarakat, kemudian Karang Taruna yang mengeksekusi. Tujuannya jelas, mengangkat UMKM dan menguatkan KMP lewat kegiatan yang berdampak langsung pada warga,” terang Ruli.

Lurah Ruli juga menjelaskan bahwa KMP Trate saat ini sudah berjalan aktif, termasuk dalam pengelolaan limbah rumah tangga berupa minyak jelantah, yang bisa ditukar warga menjadi uang. Program tersebut menjadi salah satu cara menumbuhkan budaya ekonomi produktif di kelurahan Trate.

Sementara itu, Sutiono, Pengawas KMP Kelurahan Trate, membeberkan bahwa pasar murah yang digelar bersamaan dengan acara ini selalu diminati warga.

Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih terjangkau, di antaranya, Telur puyuh dengan harga Rp 31.000/kg, Telur Horn Rp 28.000/kg, Minyak goreng Rp 16.500/liter, Susu dan beras 5 kg Rp 74.000.

“Kami ingin masyarakat merasakan manfaat langsung dari keberadaan Koperasi Merah Putih. Harganya kami tekan semampu kami agar terjangkau,” ujarnya.

Menurut Sutiono, dengan berjalannya Kuliner Jajan Trate, semangat pemberdayaan UMKM di Kelurahan Trate tampaknya benar-benar hidup. Masyarakat tak hanya menikmati jajanan, tapi juga merasakan geliat ekonomi yang kembali tumbuh dari tangan-tangan warga sendiri.

“Karang Taruna, KMP, dan pemerintah kelurahan berjalan beriringan menjaga agar denyut ekonomi mikro di Trate terus bergerak,” pungkasnya.(ivn/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com