Kabupaten Malang, blok-a.com – Meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), memberikan dampak yang positif terhadap perputaran uang di Kabupaten Malang.
Wakil Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Kabupaten Malang Bambang Suryanto membenarkan, dampak positifnya adalah perputaran uang selama liburan Nataru kemarin.
Sebab, Malang menjadi salah satu tujuan wisatawan berlibur saat akhir tahun. Karenanya, Malang memiliki potensi yang cukup tinggi terjadinya transaksi jual beli saat momen libur nataru.
Menurut prediksi Kadin, ada sekitar Rp1 triliun uang yang akan berputar di Kabupaten Malang. Baik dari sektor pariwisata, hingga barang dan jasa.
“Analisa kami dari Kadin sekitar Rp1 triliun di Kabupaten Malang. Itu berdasarkan warga yang mudik karena libur panjang,” ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (1/1/2024).
Angka tersebut diprediksi terjadi mulai libur natal yakni sejak Sabtu (23/12/23) lalu sampai dengan hari ini Minggu (1/1/2024). Yang mana, paling besar didominasi dari pariwisata.
“Rata-rata akan rekreasi (wisata), semu akan meningkat. Dengan begitu meningkatkan jumlah perputaran uang cukup besar,” tambahnya.
Ia memperkirakan, setidaknya dari sektor pariwisata dan turunannya, seperti hotel, restoran dan pusat perbelanjaan akan ada 500 ribu wisatawan yang hadir.
Sementara itu, di bidang barang dan jasa dicontohkan adanya satu event besar yang digelar oleh salah satu perguruan swasta di Kepanjen. Yang mana, event tersebut akan melibatkan banyak massa dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Ambil contoh saja, yayasan di perguruan tinggi Kepanjen ada yang menggelar pesata akhir tahun. Hampir 600 juta (biaya yang dikeluarkan), itu saja sudah terlihat perputarannya,” katanya.
Selain itu, perdagangan online dan offline barang dan jasa turut menjadi penentu. Menurutnya, bisnis sektor logistik dan jasa pengiriman juga akan menggeliat karena akan banyak pengiriman bingkisan natal dan tahun baru.
“Terkait barang barang industri juga banyak terjual, sehingga perputaran uang berambah dari kirim-kiriman saat nataru,” tambahnya.
Kendati demikian, ia berpesan kepada pelaku usaha untuk terus memberikan pelayanan yang prima. Ia berharap agar wisatawan yang datang dapat perlayani dengan baik, sehingga dapat terus memberikan citra yang bagus dari pariwisata khususnya Kabupaten Malang.
“Akan kenaikan yang seingkali tidak wajar, terutama hotel. Meski menjadi kebijakan mereka namun akan berpotensi mengurungkan niat masyarakat yang berwisata dan hendak bertransaksi. Jangan sampai terjadi dan jikapun ada peningkatan harus diimbangi penawaran menarik,” pungasnya. (ptu/bob)









