Kota Malang, blok-a.com – Di tengah bermunculannya kuliner minuman berbagai macam, di Kota Malang ada penjual minuman tradisional yang masih bertahan.
Adalah penjual minuman jamu keliling yang kini masih eksis. Penjualnya adalah Suparman (55). Dia sudah menjual jamu dengan gerobak sederhananya sejak tahun 1990.
Dengan gerobak yang masih sama, dia menyusuri jalan memasuki gang-gang untuk menawarkan minuman tradisional sehat itu. Jamu yang dibawanya ialah 9 botol besar berisi beragam jamu, dan gelas-gelas kecil.
Suparman menjelaskan, meskipun jualannya tidak menentu atau tidak mesti laku, ia tetap konsisten berjualan 25 tahun lebih.
“Iya hari-hari ini laku dua saja. Itu buat hidup sehari-hari,” kata dia.
Setiap harinya rata-rata, Suparman hanya mampu menjual dua gelas jamu, atau setara dengan Rp 10 ribu. Satu gelasnya dihargai Rp 5 ribu.
Jamunya sendiri yang dijual ada dua jenis, yakni kencur dan kunyit.
Suparman menjelaskan, setiap harinya, ia membuat jamu itu sendiri di rumahnya di daerah Kelurahan Ciptomulyo, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Bahan-bahan untuk bikin jamu itu pun tidak pernah beli di pasar. Dia punya kebun sendiri di rumahnya.
“Iya saya racik sendiri dan bahan-bahannya dari kebun saya. Buatnya sendiri gak sampai satu jam. Ngerebus bahan sama gula merah saja,” tuturnya.
Dia pun tidak kepikiran untuk menjual dagangan lainnya. Sebab, kata Suparman, bahan pokok semakin hari semakin mahal.
“Kalau jualan lainnya gak kepikiran. Karena apa-apa sekarang mahal,” tuturnya.
Sementara itu, jika tidak habis jualan jamunya akan disimpannya di kulkas. Biasanya jamu tersebut bakal bertahan 3 hari di kulkas.
Dia pun menjelaskan, bahwa jamu yang dijualnya ini mempunyai beragam manfaat untuk kesehatan badan.
“Kencur sama kunyit ini manfaatnya kalau kunyit untuk sariawan, dan kencur hanya membuat badan makin segar,” kata dia.
Setiap harinya dia berkeliling di daerah Ciptomulyo mulai jam 10.00 hingga ke Jalan Majapahit sampai ke rumahnya sampai jam 18.00.
“Biasanya magrib pulang habis atau tidak habis,” kata dia.
Sebelumnya, dia menjelaskan, awal berjualan jamu ini dia hanyalah pegawai. Jamu itu tidak dibuatnya sendiri. Setiap hari dia musti setor ke juragannya. Namun karena juragannya meninggal, dia akhirnya jualan jamu secara mandiri.
“Dulu itu jualan jamu ikut orang, tapi orangnya sudah meninggal sehingga saya berjualan sendiri meskipun penghasilan tak seberapa,” kata dia.(bob)








