Banyuwangi, Blok-a.com – Meski datangnya Ramadhan tinggal beberapa hari lagi, aktivitas jual beli di Pasar Daerah (Pasda) Glenmore mengalami penurunan signifikan, seiring dengan kian maraknya bertumbuhnya pasar liar dan berubahnya pola belanja masyarakat.
Saat ini tren berbelanja di pasar liar dan belanja online yang semakin masif dinilai menjadi salah satu faktor utama penyebab pasar tradisional kian sepi pengunjung.
Dari pantauan blok-a.com pada Jum’at (30/1/2026), sejumlah toko, kios dan los, di Pasda Glenmore yang menjual komoditas seperti sayur-mayur, cabai, bawang, ikan air tawar, daging, beras, hingga kue tradisional tampak lengang meski masih pada jam operasional utama. Beberapa pedagang terlihat hanya duduk menunggu pembeli yang datang.
“Kondisi saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan dulu. Saat itu pasar selalu ramai sejak pagi hari,” ungkap salah satu pedagang yang enggan disebutkan namanya.
Ia menambahkan, terjadinya penurunan omset sudah dirasakan sejak beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya pedagang mampu menjual berbagai kebutuhan pokok dalam jumlah besar setiap hari, kini penjualan sering kali tidak mencapai separuh dari biasanya.
“Sekarang pembeli yang belanja di pasar tradisional jauh berkurang. Hal ini disebabkan selain banyak warga yang pindah berbelanja ke pasar liar dan belanja online, katanya lebih praktis dan tidak perlu jauh-jauh keluar rumah,” imbuhnya dengan wajah lesu.
Perubahan ini tidak hanya berdampak pada pendapatan pedagang, tetapi juga pada pelaku pengelola pasar tradisional. Pasar yang dahulu menjadi tempat bertemunya warga untuk berinteraksi dan bertukar kabar, kini perlahan kehilangan perannya sebagai ruang sosial masyarakat.
Pedagang lainnya menambahkan bahwa saat ini persaingan dengan toko online terasa semakin berat. Selain harga yang sering lebih murah, layanan antar dan berbagai promo membuat masyarakat lebih memilih berbelanja secara digital.
“Padahal kalau berbelanja di pasar tradisional, kami menawarkan keunggulan berupa barang segar dan kesempatan memilih langsung kualitas barang,” cetusnya.
Koordinator Pasda Glenmore, Muh. Habibi saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, maraknya warga berbelanja online berimbas pada pedagang konveksi, sepatu dan aksesoris. Namun kalau pasar liar dampaknya sangat dirasakan oleh pedagang sembako.
“Beruntung untuk saat ini meski harga jual cabai kembali merangkak naik, seperti cabai rawit merah yang awalnya hanya Rp30 ribu, menjadi Rp55 ribu, cabai rawit hijau dari Rp40 ribu ke Rp45 ribu, sedang cabai merah besar, dari Rp20 ribu jadi Rp35 ribu, per Kilo gram, namun harga komoditas lainya masih relatif stabil,” ungkap Habibi.
Harga Komoditas Bahan Pokok Penting
Berikut data harga komoditas bahan pokok penting (bapokting) Pasda Glenmore, yang harganya masih relatif stabil:
Harga Beras
- Premium: Rp14.800/kg
- Medium: Rp13.000/kg
- Beras Termurah: Rp12.500/kg
- Gula Pasir: Rp17.000/kg
- Telur Ras: Rp28.000/kg
Harga Daging
- Daging Sapi Super: Rp130.000/kg
- Ayam Potong: Rp34.000/kg
- Ayam Kampung: Rp80.000/kg
Harga Minyak Goreng
- Minyak Goreng Kemasan: Rp22.000/liter
- Minyak Goreng Kemasan Sederhana: Rp20.000/liter
- Minyak Goreng Curah: Rp19.000/kg
- Minyakita: Rp17.500/liter
Harga Bawang dan Tepung
- Bawang Merah: Rp35.000/kg
- Bawang Putih: Rp32.000/kg
- Tepung Terigu: Rp12.500/kg
Harga Sayuran dan Protein Nabati
- Kubis: Rp7.000/kg
- Buncis: Rp8.000/kg
- Tomat: Rp6.000/kg
- Kentang: Rp16.000/kg
- Wortel: Rp17.000/kg
- Tempe: Rp5.000/bungkus
- Tahu Mentah: Rp5.000/10 biji
“Kami berharap, pemerintah segera bekerjasama dengan berbagai pihak untuk melakukan penertiban maraknya pasar liar yang saat ini sudah menjamur dimana-mana. Agar aktifitas jual beli di pasar tradisional bisa kembali normal,” tutup Habibi. (kur/gni)










Balas
Lihat komentar