Sidoarjo, Blok-a.com – Dengan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 mencapai 5,63 persen, sektor industri pengolahan masih menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Sidoarjo. Namun jika melihat kondisi saat ini, masih banyak pelaku UMKM belum terhubung dengan rantai pasok industri (supplay chain). Sehingga UMKM Sidoarjo belum memperoleh manfaat maksimal dari pertumbuhan sektor tersebut.
“Banyak UMKM yang belum terhubung dengan rantai pasok industri. Selama ini masih banyak yang bergerak di sektor ritel. Karena itu perlu ada jembatan dan intervensi. Agar UMKM bisa naik kelas dan menjadi bagian dari ekosistem industri yang lebih besar,” kata Ketua HIPMI Sidoarjo, Zakaria Dimas Peratama, saat bertemu dengan Bupati Sidoarjo, Subandi, didi Opsroom Pemkab Sidoarjo, Rabu (24/6/2026).
HIPMI menilai, pengembangan klaster usaha dinilai menjadi salah satu langkah untuk memperkuat keterhubungan antara UMKM dengan pelaku usaha skala besar. Sehingga tercipta ekosistem usaha yang saling mendukung.
“Kedepan, HIPMI menargetkan pertumbuhan ekonomi daerah dapat meningkat hingga 7 sampai 8 persen melalui penguatan investasi dan sektor usaha produktif. Sehingga akan berdampak bagi pertumbuhan ekonomi daerah dalam menciptakan lapangan kerja dan UMKM naik kelas, yang mampu bersaing dan terhubung dengan sektor industri.” ungkapnya.
Menanggapi hal itu, Bupati Sidoarjo, Subandi, mengatakan bahwa pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan kepada para pelaku usaha yang berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Menurutnya, tantangan ekonomi yang dihadapi saat ini harus disikapi dengan semangat berusaha dan inovasi.
“Saya akan support dan mendukung. Hari ini kita dihadapkan situasi yang sangat sulit. Pasang surut itu biasa bagi entrepreneur,” jelas Subandi.
Ia mengatakan dukungan pemerintah akan dilakukan melalui berbagai program dan anggaran yang melekat pada perangkat daerah. Menurutnya, HIPMI memiliki peran penting sebagai wadah pengusaha muda yang mampu menggerakkan perekonomian daerah.
“Mudah-mudahan bentuk support dan dukungan yang melekat di dinas-dinas bisa membantu HIPMI sebagai ujung tombak lahirnya entrepreneur. Kalau sifatnya berjuang dan membesarkan usaha, pemerintah akan tetap mendukung,” ujarnya
Subandi juga berharap semakin berkembangnya dunia usaha di Kabupaten Sidoarjo dapat berdampak pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), perluasan kesempatan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Jika dunia usaha ini berkembang, selain berdampak pada PAD juga ikut menciptakan lapangan kerja baru di Sidoarjo,” terangnya.
Menanggapi itu, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sidoarjo, Happy Setianingtyas, menyambut baik berbagai masukan yang disampaikan HIPMI.
Ia memastikan program-program yang sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah akan disinergikan untuk memperkuat sektor usaha dan industri di Kabupaten Sidoarjo.
“Program kegiatan HIPMI yang bisa diadopsi akan kami sinergikan dengan program pemerintah daerah,” ungkapnya. (Fah)










Balas
Lihat komentar