Malang, blok-a.com – Pernah merasa kurang percaya diri saat memakai daster di rumah, apalagi ketika tiba-tiba ada tamu datang? Tenang saja, sekarang tak perlu lagi buru-buru ganti baju saat bel pintu berbunyi. Ada satu brand lokal yang konsisten selama hampir 40 tahun menemani perempuan Indonesia agar tetap tampil cantik, meskipun hanya di rumah.
Namanya Felicia Collection – House of Sleepwear. Merek ini dikenal sebagai spesialis daster bordir aplikasi dengan desain eksklusif dan kualitas nyaman yang cocok dikenakan seharian. Kesan yang ditampilkan bahkan jauh dari sekadar “baju rumah”. Justru, banyak yang menilai daster ini pantas untuk dipakai nongkrong cantik di luar rumah.
Produk Eksklusif Khusus Perempuan
Dari awal, Felicia daster bordir Malang memang dibuat khusus untuk perempuan. Saat ditanya apakah brand ini menyediakan baju tidur couple atau daster ibu-anak, sang pemilik menjawab lugas, “Perempuan saja.”
Hingga kini belum ada rencana ekspansi ke segmen lain, mengingat keterbatasan kapasitas produksi. Fokus utama tetap pada daster wanita dewasa, demi menjaga kualitas. Memang ada koleksi daster anak-anak, tetapi itu hanyalah hasil pemanfaatan kain sisa dan bukan produksi utama.
Keunggulan Felicia Collection bukan hanya soal kenyamanan. Daster bordir Felicia juga tampil istimewa berkat motifnya yang unik dan tak ditemukan di tempat lain. Inilah yang membuat banyak pelanggan jatuh hati dan terus kembali membeli lagi.
Felicia Daster Bordir Malang
Terbuat dari bahan katun Jepang, daster ini dikenal ringan, adem, menyerap keringat dengan baik, dan warnanya awet meski dicuci berulang kali.
Bukan hanya itu, proses produksinya juga sangat detail, karena setiap desain gambar dibuat manual oleh sang pemilik, Lidya Sandra.
“Waktu dulu kan mama saya, terus setelah saya di sini ya saya, gambarnya manual,” ujar Lidya.
Menariknya, latar belakang Lidya bukan dari seni atau desain, melainkan teknik industri. Namun karena kecintaannya terhadap seni dan menggambar, ia terjun langsung menciptakan motif eksklusif untuk produk-produknya.

“Saya tuh memang seneng gambar ya, saya tuh seneng seni gitu loh. Ketika gambar itu kadang, sesuatu ini saya nggak mau sama kaya punya orang lain gitu,” tuturnya sambil tertawa kecil.
Dalam satu koleksi, hampir tidak ada desain yang diulang. Lidya menegaskan bahwa setiap produk daster bordir Felicia diciptakan untuk tampil beda.
“Kebanyakan sih seringnya saya nggak repeat,” sebutnya.
Gotong Royong Warga Desa
Produksi daster bordir Felicia bukan pekerjaan satu-dua orang. Di tempat utama, ada sekitar 12 karyawan yang menangani pemotongan dan penjahitan. Di luar itu, sekitar 50 orang terlibat dalam proses bordir, yang melibatkan warga desa di Cemoro Kandang dan Wendit.
“Saya ada 2 desa, di Cemoro Kandang dan satunya di Wendit. Udah dari dulu, jadi memanfaatkan orang-orang sekitar. Mereka bagian bordirnya aja, kalau jahit di sini, sama ada beberapa di luar juga, cuma ambil sendiri mereka dan ambilnya nggak banyak,” jelas Lidya.
Namun produksi juga tergantung pada aktivitas masyarakat desa. Saat musim hajatan atau panen tiba, produksi bisa menurun drastis.
“Cuma susahnya ketika mereka ada kegiatan, kan di desa itu mereka ada masa nikahan, nah pas itu produksi mereka pasti turun. Itu misal waktu panen, nah itu turun, udah pasti. Jadi sebenarnya seminggu harusnya sudah jadi, jadinya bisa sampai 2-3 minggu kadang,” lanjutnya.
Sementara untuk proses jahit, sebagian besar tetap dilakukan di tempat utama. Beberapa penjahit dari luar boleh mengambil bahan, tetapi dalam jumlah terbatas.
Filosofi: Tetap Cantik di Rumah
Masyarakat umumnya menganggap daster cukup asal nyaman saja. Tapi Felicia Collection hadir dengan misi berbeda untuk mengubah mindset tersebut. Lidya ingin semua perempuan merasa cantik dan percaya diri meski hanya berada di rumah.
“Ya biar kelihatan cantik di rumah. Kan kebanyakan orang-orang itu mindset-nya adalah ketika di rumah dasteran ya model kurang bagus. Makanya saya selalu bilang bahwa daster Felicia ini kita selalu pengen membuat orang itu kelihatan cantik di rumah,” jelasnya.
Daster Felicia memang tidak terlihat seperti baju rumahan biasa. Desainnya elegan, motifnya eksklusif, bahkan sering dijadikan hadiah untuk momen spesial.
“Kemarin baru ada yang pesen dibuat hadiah. Itu kayak ajudannya, terus dia bilang mau perpisahan pindah tugas atau gimana, biasanya bapaknya pindah tugas itu ibunya dibelikan hadiah,” sebutnya.
Tak heran jika pelanggan daster ini berasal dari beragam kalangan—dari ibu rumah tangga, rombongan Dharma Wanita, hingga istri pejabat. Beberapa bahkan menjadikan daster Felicia sebagai oleh-oleh saat dinas ke luar kota.
Meskipun terlihat sederhana, setiap desain daster Felicia mengandung makna. Untuk membangkitkan rasa percaya diri dan kecantikan alami perempuan, bahkan saat berada di rumah. (mg2/gni)
Penulis: Siti Cholifah (mahasiswa magang STIMATA)









