Blok-a.com – Majalah bisnis asal Amerika Serikat, Forbes terkenal karena sering mempublikasi daftar nama orang terkaya. Baik di skala global, regional, maupun di tingkat nasional negara tertentu. Daftar nama ini selalu menarik perhatian masyarakat, dapat menambah informasi sekaligus menginspirasi pembaca.
Salah satu daftar yang sering menjadi pusat perhatian adalah Forbes The World’s Real Time Billionaires. Daftar ini melacak naik-turunnya kekayaan orang-orang terkaya di dunia setiap hari. Forbes terus memperbarui nilai kekayaan dan peringkat tiap individu yang telah dikonfirmasi sebagai miliarder.
Di halaman tersebut, akan ditampilkan lima nama miliarder dengan kenaikan dan penurunan kekayaan terbesar. Kemudian, disusul dengan daftar lengkap miliarder berdasarkan urutan kekayaan.
Di posisi 100 besar nama-nama tersebut, beberapa di antaranya adalah warga negara Indonesia. Para pebisnis ini bergerak di sektor tradisional, seperti pertambangan batu bara, perkebunan kelapa sawit, dan industri tembakau. Ini berbeda jika dibandingkan dengan nama-nama di posisi lima besar, yang seluruhnya merupakan raksasa teknologi.
Lantas, siapa saja sosok yang tahun ini berada dalam daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes The World’s Real Time Billionaires, diakses 10 Juli 2025. Berikut daftar lengkapnya dengan estimasi total kekayaan mereka dalam Rupiah
Daftar Orang Terkaya di Indonesia (Juli 2025)
- Low Tuck Kwong – Rp436,8 triliun
Pendiri PT Bayan Resources kelahiran Singapura memimpin daftar orang terkaya di Indonesia. Sumber utama kekayaannya berasal dari bisnis tambang batubara. - Prajogo Pangestu – Rp428,8 triliun
Lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, merupakan pendiri PT Barito Pacific, perusahaan raksasa di sektor petrokimia dan energi. - Robert Budi Hartono – Rp344 triliun
Pemilik Bank BCA dan salah satu pendiri Djarum, produsen rokok kretek ternama yang menjadi bagian besar dari sejarah industri tembakau Indonesia. - Michael Hartono – Rp339,2 triliun
Saudara dari Robert Budi Hartono, ikut membesarkan Djarum dan BCA. Keduanya dikenal sebagai duo konglomerat paling sukses di sektor perbankan dan rokok. - Sukanto Tanoto – Rp147,2 triliun
Lahir di Medan dan merupakan pendiri Royal Golden Eagle (RGE), kelompok bisnis global di sektor manufaktur berbasis sumber daya alam. - Anthoni Salim – Rp140,8 triliun
Bos besar Indofood dan pemimpin Salim Group. Lahir di Kudus, ia membangun jaringan bisnis besar dari industri makanan hingga keuangan. - Sri Prakash Lohia – Rp136 triliun
Pengusaha kelahiran India yang kini jadi warga negara Indonesia. Ia membangun kerajaan petrokimia dan tekstil melalui PT Indo-Rama dan Indorama Corporation. - Tahir & Family – Rp99,2 triliun
Keluarga ini memiliki beragam bisnis, dari sektor perbankan hingga properti. Tahir juga dikenal aktif di bidang filantropi dan pendidikan. - Dewi Kam – Rp81,6 triliun
CEO dan pendiri PT DCI Indonesia Tbk, perusahaan penyedia pusat data terbesar di Indonesia. Lahir di Bandung dan dikenal sebagai pelopor di industri digital. - Chairul Tanjung – Rp73,6 triliun
Pendiri CT Corp yang memiliki bisnis di berbagai sektor seperti media (Trans TV), retail (Transmart), dan keuangan (Mega Bank). - Martua Sitorus – Rp67,2 triliun
Pengusaha asal Sumatera Utara yang dikenal sebagai taipan sawit dan salah satu pendiri Wilmar International. - Lim Hariyanto Wijaya Sarwono – Rp60,8 triliun
Konglomerat yang mengembangkan bisnis di sektor pertambangan, properti, dan perbankan melalui Harita Group. - Agoes Projosasmito – Rp59,2 triliun
Tokoh bisnis yang aktif di sektor manufaktur, investasi, dan perdagangan internasional. Namanya mulai mencuat di lingkaran elit bisnis Indonesia. - Otto Toto Sugiri – Rp56 triliun
Pengusaha teknologi yang turut mendirikan PT DCI Indonesia Tbk. Ia dikenal sebagai pelopor pusat data nasional dan pebisnis visioner. - Marina Budiman – Rp54,4 triliun
Rekan bisnis Otto Toto Sugiri yang juga aktif di bidang teknologi dan pusat data. Ia menjadi salah satu perempuan terkaya di Indonesia saat ini.
(mg2/gni)









