blok-A.com – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mendapat respon keras dari perwakilan masyarakat Jawa Timur mulai dari buruh hingga mahasiswa. Para demonstran ini menolak kenaikan harga BBM,
Aksi unjuk rasa dilakukan di berbagai tempat mulai dari kantor DPRD hingga kantor Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota. Kenaikan harga BBM ini dianggap menjadi beban masyarakat Indonesia.
Selain itu, kebijakan kenaikan harga BBM ini juga dianggap ganjal karena saat ini harga minyak, gas dan energi di dunia mengalami penurunan. Tetapi, di Indonesia justru mengalami kenaikan harga.
Para demonstran geram karena naiknya harga BBM saat ini tidak dibarengi dengan naiknya Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), hal tersebut pun memberatkan para pekerja buruh.
Tak hanya berdampak pada moda transportasi, namun kenaikan BBM ini juga beresiko pada naiknya harga barang-barang karena dipicu oleh tingginya harga BBM.
Berikut ini merupakan beberapa aksi unjuk rasa yang terjadi diberbagai wilayah di Jawa Timur

Aksi unjuk rasa di Kota Malang dimulai pada Senin (5/09/2022) berlokasi di depan Gedung DPRD Kota Malang. Aksi yang menuntut penurunan harga BBM ini melibatkan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) dan juga KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) Kota Malang.
Demo yang terjadi di Kota Malang ini diwarnai dengan berbagai aksi yang unik salah satunya adalah aksi bakar ban yang mengakibatkan satu orang demonstran terkena luka bakar di lehernya.
Aksi unik selanjutnya adalah terdapat puluhan spanduk unik yang berisikan sindiran-sindiran atas kenaikan harga BBM. Para mahasiswa yang terlibat aksi tersebut sama-sama melantangkan orasinya dengan keras.
Tak berhenti sampai situ, demo kembali terjadi pada Kamis (8/09/2022) berlokasi yang sama didepan Gedung DPRD Kota Malang.
Aksi mahasiswa kali ini dapat membuahkan hasil karena Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika bersama keenam fraksinya menyetujui dan menandatangani tuntutan para mahasiswa.
DPRD Kota Malang pun diberi waktu sekitar satu minggu atau dalam 7 x 24 jam untuk memenuhi tuntutan-tuntutan mahasiswa. Jika tidak segera dipenuhi, maka mahasiswa mengancam untuk datang lagi dengan ekskalasi yang lebih besar.
- Banyuwangi

Aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM juga terjadi di Banyuwangi tepatnya pada Selasa (6/9/2022) bertempat di Gedung DPRD Banyuwangi. Aksi ini melibatkan ratusan massa yang tergabung dalam GMNI, HMI, IMM dan aliansi BEM.
Sebagai wujud penolakan kenaikan BBM, massa melakukan aksi pembakaran ban bekas. Dalam aksi tersebut, sedikitnya ada 8 tuntutan dari mahasiswa yang ditujukan untuk DPRD Banyuwangi.
Mendengar tuntutan tersebut, Ketua Fraksi PDI Penjuangan DPRD Banyuwangi, Eko Hariyono pun mendukung serta menyepakati tuntutan mahasiswa. Kesepakatan tersebut tertuang dalam surat bermaterai yang telah ditanda tangani oleh anggota DPRD Banyuwangi.
Usai menandatangani pakta integritas, ratusan mahasiswa langsung membubarkan diri, aksi demonstrasi tolak kenaikan harga BBM berlangsung aman dan kondusif.
- Sumenep

Ratusan mahasiswa di Sumenep, Madura, Jawa Timur berunjuk rasa menolak kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Mereka menyuarakan penolakan itu ke Kantor Bupati Sumenep, Selasa (6/9/2022).
Dalam aksinya, mahasiswa memiliki tiga tuntutan yang ditujukan pada Pemkab Sumenep agar mendesak DPRD Sumenep untuk melayangkan surat penolakan kepada DPR RI terkait kenaikan BBM.
Aksi unjuk rasa tersebut juga diwarnai oleh puluhan poster dan banner yang berisi kritikan pedas terhadap kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM. Namun sayang, saat itu mahasiswa hanya ditemui oleh Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah bukan Bupati Sumenep Achmad Fauzi. Achmad pun berjanji akan melakukan subsidi BBM dengan APBD Sumenep khususnya untuk angkutan kota, dan nelayan.
Merasa orasinya belum didengar, mahasiswa pun kembali menggelar unjuk rasa ke DPRD Sumenep pada Kamis (8/09/2022). Masih dengan tuntutan yang sama, mahasiswa datang untuk menolak kenaikan harga BBM yang naik.
Merespon hal tersebut, Ketua DPRD Sumenep, KH. A. Hamid Ali Munir, SH pun menerima aspirasi dari mahasiswa serta telah meneruskan harapan mahasiswa kepada DPR RI.
- Demo Pamekasan

Demontrasi penolakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) juga terjadi di Pamekasan pada Kamis (8/09/2022). Aksi ini melibatkan aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pamekasan.
Bahkan hal unik terjadi saat penyampaian orasi, karena sekumpulan mahasiswa tersebut memblokade truk tangki pertamina dan dijadikan sebagai mimbar untuk menyampaikan aspirasinya.
Atas aksi tersebut, Kapolres Pamekasan AKBP Rogib Triyanto pun mengancam akan mempidanakan aksi ini jika tidak segera dihentikan. Hal tersebut dianggap dapat membahayakan masyarakat.
Hal unik lainnya yang terjadi saat aksi unjuk rasa adalah mahasiswa membawa replika jenazah dengan tulisan R.I.P DPR sebagai bentuk kritikan dan kekecewaannya terhadap pemerintah dan anggota DPRD. (hen/bob)










Balas
Lihat komentar