Kota Malang, blok-A.com – Beredar rekaman CCTV yang menunjukan aksi pengeroyokan yang menimpa salah satu mahasiwa Malang di Zona SM Futsal tepatnya Jalan Sudimoro, Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang pada Selasa (23/08/2022) malam hari.
Dalam video tersebut, terlihat salah satu remaja melakukan sejumlah pukulan hingga tendangan kepada korban. Aksi pun terlihat tidak kondusif, karena banyaknya aksi pemukulan satu sama lain.
Pengelola SM Futsal, Davi menuturkan bahwa ia tidak tahu menahu terkait aksi pengeroyokan itu.
“Iya video itu lokasinya di sini. Tapi saya tidak tau secara langsung kejadian itu, saya taunya ya dari CCTV yang saya lihat siang (keesokan) hari,” ucap Davi, pada Kamis (25/8/2022).
Davi mengira bahwa kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 21.00 WIB pada Selasa (23/08/2022). Di jam tersebut, ia mengatakan bahwa pentugasnya tidak mengetahui perihal pengeroyokan itu.
“Petugasnya cewek-cewek mas, dan mereka tidak tahu. Kalau tahu pasti akan menegur,” ucapnya.
Davi menegaskan bahwa kejadian seperti itu baru pertama kali selama ia mengelola tempat tersebut. Ia hanya berpesan untuk tetap saling menjaga.
“Biasanya kita tahu, tapu gak pernah kaya gini sebelumnya. Kalo sparing kan bisa aja ada yang jaga dari kepolisian. Karena itu malam, saya juga tidak tahu,” ucapnya.
Salah satu admin sekaligus penjaga lapangan futsal itu juga mengaku tak mengetahui kejadian tersebut saat ditemui di lokasi. Dia menyebut sedang tak bertugas saat perkelahian itu terjadi.
“Saya tidak tau secara pasti, tapi memang sepertinya itu mahasiswa. Karena di sini yang main banyak yang dari mahasiswa,” katanya.
Kapolsek Lowokwaru, Kompol Suyoto menjelaskan bahwa ia belum mendapat laporan tentang pengeroyokan yang terjadi di SM Futsal.
“Sampai saat ini, kami belum ada laporan. Tapi informasinya itu memang terjadi pada malam hari, kata pemilik lapangan,” ucapnya.
Saat video sudah beredar luas, Kompol Sutoyo mengirimkan anggotanya untuk datang ke TKP. Alhasil, mendapatkan informasi dari pengelola lapangan futsal
“Itu katanya yang bertanding BNI dan mahasiswa, lalu ada cekcok biasa, tapi katanya itu antar teman sendiri,” ujarnya.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, kalau bermain sepak bola yang sportif, yang gentle, jangan kalah lalu bertengkar. Ini untuk mencegah terjadinya keributan,” tandasnya.
(mg1/bob)










Balas
Lihat komentar