Kota Malang, Blok-A.com – Jika memang dibongkar, tempat tinggal 301 KK di pinggir rel kereta Jagalan Kota Malang masih tanda tanya.
Nasib paska dibongkar nanti, masih tidak diketahui warga di sana akan tinggal di mana.
Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika mengaku mendapat banyak usulan. Salah satunya adalah bedol desa ke Rusunawa milik Pemkot Malang di Tlogowaru.
“Itu kan belum termanfaatkan. Tapi pertanyaannya apakah mau mereka dipindah ke situ?” tanya Made.
Made pun mengungkap pemindahan ratusan warga ke tempat anyar apalgi di pinggiran Kota Malang mempunyai beberapa kendala.
“Nggak gampang karena terkait sosial ekonomi pendidikan anaknya. Tempat kerjanya. Gak gampang semua akan minta di tengah Kota Malang,” ujarnya.
Dia juga berharap ada solusi alternatif dari pihak Pemkot Malang.
Sebab, sejumlah alternatif dari legislatif sempat ditolak oleh warga. Contohnya adalah warga sepanjang bantaran sungai di Muharto. Sempat ingin dipindah secara masif namun ditolak.
“Kebetulan saat ini tidak ada tempat yang strategis adanya di pinggiran apa mereka mau dijelasin juga,” tutupnya.
Sebagai informasi, 301 KK terancam rumah tinggalnya selama belasan tahun akan dibongkar. Alasannya lahan itu ialah milik PT. KAI.
PT. KAI memastikan akan memberikan biaya pengganti pembongkaran sebesar Rp 250 ribu dan Rp 200 ribu per meternya.
Anggota legislatif Kota Malang pun menjelaskan, biaya tersebut adalah hak dari PT KAI. Sebab secara lahan memang di pinggiran rel merupakan lahan PT KAI. (mg1/bob)










Balas
Lihat komentar