BLOK-A – Putus cinta merupakan sesuatu yang menyakitkan bila terjadi dengan kita. Biasanya putus cinta disebabkan oleh beberapa masalah, salah satunya di-ghosting atau doi menghilang tiba-tiba.
Kasus ghosting digosipkan tengah dilakukan putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangerap. Kabarnya pemilik Sang Pisang itu meninggalkan sang kekasih, Felicia Tissue tanpa kabar. Lantas pada akhirnya ibunda dari Felicia buka suara melalui akun pribadi instagramnya, Minggu (7/2).
“Janjinmu akan menikah dengan anak saya di bulan Desember tahun 2020. Saya ada buktinya semua yah. Anak saya menunggu dengan hati setianya. Lalu pada tanggal 13 januari 2020, ia menghilang” tulis pada unggahan Instagramnya.
Berbicara masalah ghosting ternyata bukan hal sepele. Korban ghosting bisa mengalami masalah psikis, apa saja?
1. Menyalahkan diri sendiri
Korban ghosting biasanya akan merasa bersalah setelah ditinggalkan secara tiba-tiba. Korban akan merasa penasaran dan bertanya-tanya dalam hati, ia akan merasa bersalah dalam hubungan tersebut.
2. Tidak percaya diri
Ghosting bisa menyebabkan kehilangan rasa percaya diri untuk korban yang ditinggalkan. Beberapa gejalanya bisa dilihat dari sikap yang berubah menjadi cuek, terlihat murung dan menyendiri daripada bersosialisasi dengan orang lain.
3. Depresi akut
Korban ghosting akan mengalami trauma yang bisa berakibat lebih fatal yakni, depresi akut. Dampak lainnya bisa kehilangan tujuan hidup, merasa tidak berguna dan terbuang. Biasanya korban akan merasa sulit untuk bangkit butuh waktu yang cukup lama untuk sembuh.
***
Itulah beberapa dampak negatif yang dirasakan korban ghosting, oleh karena itu jangan main-main dengan soal hati.










Balas
Lihat komentar