KOTA MALANG – Tim pemulasaraan jenazah Covid-19 dan penyemprotan disinfektan di Kota Malang akhirnya lega. Mereka tidak lagi bekerja 24 jam non-stop selama 7 hari, yang membuat terlalu lelah.
Sebelumnya, karena kelelahan, tim sempat tidak fokus dan mengakibatkan tertukarnya jenazah beberapa waktu lalu. Kejadian itu pun sempat membuat keluarga jenazah mengamuk dan menggemparkan masyarakat.
Analis Perencana, Evaluasi, dan Pelaporan Sub Bagian Penyusunan Program Sekertariat BPBD Kota Malang, Cornelia Sylvia Ayoe menjelaskan kini anggota tim pemulasaraan dibagi menjadi 3 tim.
“Karena kemarin sempat kuwalahan dan kecapekan. Sebab 7 hari non-stop bekerja terus. Sekarang kami bagi 3 tim. Jadi ada waktu untuk istirahat,” jelas ia.
Sylvia juga menjelaskan, tiga tim itu akan bekerja secara bergantian setiap harinya. “Tiga tim itu akan bekerja secara shift. Shift pertama itu Tim A jam 8 sampai jam 4 sore. Shift kedua Tim B jam 4 sore sampai malam. Besoknya pagi jam 8 jam 4 sore tim C dan malamnya tim A,” lanjutnya.
Meskipun begitu, Sylvia mengatakan, tidak ada penambahan personel tim pemulasaraan dan penyemprotan jenazah.
“Jadi tetap 15 personel. Awalnya kan 15 selalu ready. Sekarang kami bagi tiga tim. Jadi satu tim itu kerjanya ada 5 personel,” tutur ia.
Untuk pembagian tim ini sendiri sudah berlangsung sejak 1 Febuari 2021 lalu. “Sudah berjalan tiga hari dan hasilnya baik. Anggota tidak ada yang merasa capek dan termudahkan dengan adanya pembagian tim ini,” tutup ia.










Balas