KOTA MALANG – Selain belajar secara daring, sejumlah siswa sekolah juga mencuri-curi waktu untuk bermain gim. Mereka meluangkan waktu setelah sekolah selesai. Apa sih kira-kira gim yang digandrungi siswa selama sekolah daring ini?
Garry Xavier (13), siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) Laboratorium UM Malang mengatakan hal tersebut ia lakukan untuk mengatasi kebosanan. Sebab, di rumah ia tidak bisa bertemu dengan teman-teman sekolahnya. Untuk itu, ia menjaga komunikasi dengan teman-temanya melalui gim.
Garry mengaku, sejak sebelum pandemi, ia telah memainkan beberapa gim. Waktu luang saat jam belajar usai ia manfaatkan untuk bermain gim daring Free Fire. Ia bisa bermain dengan teman sekolahnya maupun teman-teman di sekitar rumahnya, dari kamar. Ia memanfaatkan perangkat komunikasi dalam gim untuk berkoordinasi.
“Paling sering main Free Fire, kemudian juga sempat main Mobile Legends. Biasanya main saat siang atau sore. Kadang-kadang juga malam. Sering main saat ganti jam pelajaran juga,” ujar Garry, Kamis (14/1).
Garry juga mengungkapkan, kuota data yang ia miliki sebagian habis karena gim. Untuk kuota data ia biasa membeli kuota secara mandiri. Selain itu, dari sekolahnya juga memperoleh paket pulsa sebesar Rp 25 ribu.
“Beli paket data dari ‘gaji’ mijitin mama. Sebulan biasanya beli paket 50 ribu, dapet kuotanya berapa ya tergantung. Dapet pulsa dari sekolah juga,” imbuh Garry.
Adhimas Tera (17), siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Malang juga mengatakan hal serupa. Ia merasa bosan karena belajar di rumah, karena tidak ada interaksi dengan teman-temannya. Apalagi, gawainya juga terbatas.
Dimas, sapaan akrabnya, mengatakan tidak memiliki laptop. Sehingga ia benar-benar memanfaatkan handphonenya untuk sekolah. Sama seperti Garry, ia juga mencuri-curi waktu bermain gim saat jeda pelajaran.
“Main gim Free Fire. Banyak teman yang main gim itu juga. Jadi biar merasa ada temannya juga. Kalau sendirian nggak seru,” ujar Dimas.










Balas
Lihat komentar