KABUPATEN MALANG – Lapas Klas I Lowokwaru Malang menunjukan keseriusan untuk mengembangkan Lapas Terbuka Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) L’Sima menjadi kawasan wisata sekaligus edukasi. Keseriusan itu dibuktikan dengan menggandeng pihak ketiga. Untuk mengelola SAE L’Sima di Kecamatan Ngajum sebagai tempat wisata.
Kerjasama dengan pihak ketiga tertuang dalam penandatangan MoU antara pihak Lapas Klas I Malang dengan Kementrian Hukum dan HAM yang dihadiri langsung oleh Sekjen Kemenkumham Bambang Rantam Sariwanto dan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham Jawa Timur, Krismono.
“Kami menggandeng pihak ketiga karena kami sebagai petugas Lapas tidak punya basic untuk mengembangkan wisata,” ujar Kepala Lapas Klas I Lowokwaru, Anak Agung Gde Krisna saat acara yudisium warga binaan Lapas Kelas I Lowokwaru Malang di SAE L’Sima, Jumat (4/12).
Dalam kerjasama untuk mengelola SAE L’Sima sendiri, Agung menginginkan pihak ketiga itu musti memperhatikan satu syarat. Yakni dalam tata kelola wisata nantinya tetap yang dipekerjakan musti warga binaan yang berada di SAE L’Sima.
“Saat ini kami sudah ada 35 warga binaan yang bisa berternak. Nantinya saya harapkan pihak ketiga itu mengelola wisata dengan memperkerjakan warga binaan itu intinya. Selain itu kami percayakan ke pihak ketiga itu,” kata Agung.
Seperti diketahui, SAE L’Sima sendiri merupakan sarana asimilasi yang dimiliki Lapas Klas 1 Lowokwaru Malang dan diresmikan pada September 2020 lalu. Dalam lapas tersebut terdapat sejumlah fasilitas yang berpotensi untuk jadi tempat wisata dan edukasi. Seperti L’Sima Bike Park, peternakan, pertanian dan ada juga beberapa warung kopi yang berkonsep perbukitan.
Saat disinggung apa contoh tugas pihak ketiga di sisi kelola SAE L’Sima, Agung menjelaskan tugasnya adalah di segi manajemen promosi.
“Promosi kami masih kurang. Maka dari itu nantinya dengan ada kerjasama pihak ketiga itu kami harap promosi semakin gencar dan wisatawan banyak yang tertarik ke sini,” tuturnya.
“Jadi alhamdulilah sudah ada MoU ini kami harap nantinya ketika sudah digarap pihak ketiga mampu menambah pendapatan daerah dengan bertambahnya wisatawan ke sini,” tutupnya.










Balas
Lihat komentar