KOTA MALANG – Pemerintah Kota Malang berencana akan memberlakukan one way di Kayutangan Heritage. Seperti diketahui, saat ini Jalan Basuki Rahmat masih digunakan untuk dua arah.
“Nanti yang digunakan one way itu zona II. Mulai dari perempatan Rajabali sampai patung monumen Chairil Anwar,” kata Wali Kota Malang Sutiaji, Senin (2/11).
Sutiaji menegaskan pemberlakuan satu arah di jalan protokol tersebut menunggu selesainya semua pembangunan Kayutangan Heritage.
“Nanti kalau sudah selesai siap kami berlakukan,” kata ia.
Saat disinggung arah mana yang dipakai untuk one way, apakah menuju selatan atau utara. Politikus Partai Demokrat itu menyerahkan kewenangannya ke Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Itu nanti kewenangannya Forum lalin. Dan juga untuk rekayasa jalannya juga untuk antisipasi one way itu ya jangan tanya saya, tanya forum lalin,” tutupnya.
Sebagai informasi, proyek pembangunan proyek Kayutangan Heritage saat ini sudah dalam tahap pembangunan koridor di zona I dan II. Rencananya selesai pada Bulan Desember 2020 mendatang.
Sementara itu adapun pelebaran trotoar jalan sepanjang empat meter. Saat ini dalam tahap pengerjaan dan juga akan selesai Desember mendatang.
Ketika sudah selesai semua. Pemkot Malang mengklaim Kayutangan Heritage ini akan menjadi Malioboro Yogyakarta-nya Kota Malang.










Balas
Lihat komentar