Kapan Revitalisasi Alun-Alun Merdeka Malang Dimulai

Suasana sore hari saat warga ngabuburit di Alun-Alun Merdeka Kota Malang (Mahasiswa Magang Unitri, Akroman)
Suasana sore hari saat warga ngabuburit di Alun-Alun Merdeka Kota Malang (Mahasiswa Magang Unitri, Akroman)

Kota Malang, blok-a.com – Hampir sebulan sejak Perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Pemkot Malang dengan Bank Jatim diteken, proyek revitalisasi Alun-alun Merdeka belum juga terlihat tanda-tanda pengerjaan. Kondisi ini akhirnya ditanggapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang.

Plh Kepala DLH Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, membenarkan adanya perpanjangan PKS tersebut. Menurutnya, perpanjangan dilakukan seiring pergantian pimpinan di Bank Jatim.

“Memang ada PKS antara Bank Jatim dengan Pemkot Malang. Karena PKS yang lama, maka diperbarui dan kemarin sudah ada penandatanganan ulang,” ujar Raymond.

Raymond menjelaskan, saat ini prosesnya tengah dalam pendampingan Kejaksaan Tinggi. Beberapa pasal dalam PKS bahkan diperbaiki sesuai pertimbangan kejaksaan.

“Sebenarnya untuk pemenang tendernya sudah ada, tinggal pelaksanaan proyek dengan total anggaran kurang lebih sekitar Rp5 miliar. Kebetulan saya juga sudah bertemu dengan Kepala Bank Jatim Kantor Cabang Malang,” ungkapnya.

Ia menambahkan, DLH bersama pihak Bank Jatim tengah mempersiapkan pengecekan lapangan sebelum penyerahan lahan.

“Rencananya minggu depan kami akan cek lokasi bersama pihak Bank Jatim dari Surabaya. Kami akan menentukan area mana saja yang akan dibangun sesuai rencana mereka,” ujarnya.

Beberapa titik yang menjadi fokus revitalisasi mencakup air mancur, area bermain anak, dan penerangan jalan umum (PJU). Namun, Raymond menegaskan detail teknis masih menunggu dokumen resmi dari pihak Bank Jatim.

“Kalau untuk PJU, terus terang saya masih belum melihat perencanaan dari mereka, karena memang saya masih baru. Saat peninjauan lapangan saya akan meminta DED (Detail Engineering Design) dari mereka,” tuturnya.

Mengenai akses masyarakat selama proses revitalisasi, DLH masih menunggu hasil survei lokasi. “Nanti kita lihat, apakah ditutup keseluruhan atau hanya sebagian sesuai lokasi yang akan diperbaiki. Yang jelas kami berharap, awal September nanti sudah benar-benar dilaksanakan (revitalisasinya, red),” terangnya.

Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Erik Setyo Santoso, juga menegaskan bahwa revitalisasi Alun-alun Merdeka diharapkan segera berjalan.

“Kami berharap paling tidak bisa dimulai dalam waktu dekat. Kami berharap, setidaknya bulan Agustus, September hingga Oktober sudah berproses,” katanya.

Proyek revitalisasi ini ditargetkan rampung dalam waktu 3,5 bulan agar masyarakat dapat menikmati wajah baru Alun-alun Merdeka sebelum pergantian tahun.

“Banyak sekali area yang perlu diperbaiki. Namun perbaikan tetap mengedepankan desain cagar budaya alun-alun yang tetap dijaga,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan blok-a.com hingga Kamis (14/8/2025), belum tampak tanda-tanda pengerjaan di kawasan Alun-alun Merdeka. Seluruh area masih terbuka untuk masyarakat, bahkan belum ada papan informasi terkait pengumuman revitalisasi. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com