Revitalisasi Stasiun Malang Mulai Dibahas KAI dan Pemkot

Situasi stasiun Malang yang dipenuhi penumpang saat arus mudik Lebaran (dok/istimewa)
Situasi stasiun Malang yang dipenuhi penumpang saat arus mudik Lebaran. (dok/istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya menjalin sinergi dengan Pemerintah Kota Malang dalam upaya meningkatkan layanan transportasi kereta api. Hal ini diwujudkan melalui audiensi antara Executive Vice President (EVP) Daop 8 Surabaya, Wisnu Pramudyo, dan Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, untuk membahas rencana revitalisasi Stasiun Malang.

Wisnu menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan memperkuat kolaborasi antara KAI dan Pemkot Malang dalam rangka pengembangan transportasi berbasis rel.

“Sebagai salah satu simpul transportasi utama di wilayah selatan Jawa Timur, kami juga menyampaikan rencana revitalisasi Stasiun Malang agar ke depannya stasiun ini mampu memberikan pelayanan yang semakin prima dan nyaman bagi masyarakat,” kata Wisnu.

Ia menambahkan bahwa dengan tingginya volume penumpang di Stasiun Malang, pengembangan fasilitas menjadi kebutuhan mendesak. Revitalisasi ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendukung pertumbuhan penggunaan jasa kereta api.

“Kami sangat terbuka terhadap masukan dan sinergi dengan pemerintah daerah agar revitalisasi ini benar-benar memberikan dampak positif bagi warga Malang. Kami ingin menghadirkan stasiun yang tidak hanya menjadi simpul transportasi, tetapi juga ikon kebanggaan kota,” tambahnya.

KAI Daop 8 Surabaya menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan kereta api serta memperkuat peran moda transportasi massal yang ramah lingkungan.

“Kami berkomitmen menjadikan Stasiun Malang sebagai ikon layanan publik yang aman, nyaman, dan membanggakan. Ini adalah bagian dari transformasi layanan KAI untuk mendukung konektivitas kota-kota di Jawa Timur serta memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” tutup Wisnu.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, merespons positif rencana tersebut, namun menekankan pentingnya menjaga nilai sejarah bangunan stasiun dan penataan lalu lintas di sekitarnya. Ia berharap revitalisasi dilakukan secara terkoordinasi dan melibatkan ahli cagar budaya.

“Saya mengapresiasi langkah PT KAI untuk meningkatkan kualitas layanan melalui revitalisasi Stasiun Malang. Namun, kami harap proses ini dilandasi dengan koordinasi yang baik, serta melibatkan ahli cagar budaya. Sebab bangunan Stasiun Malang merupakan bagian dari sejarah kota yang wajib kita jaga. Selain itu, penataan lalu lintas di kawasan stasiun juga harus menjadi perhatian utama,” ujar Wahyu. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com