Banyuwangi, blok-a.com – Tim SAR Gabungan memperpanjang operasi pencarian korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, selama tiga hari ke depan mulai Rabu (9/7/2025) hingga Jumat (11/7/2025).
Seperti yang diketahui, hingga hari ketujuh pencarian, korban yang telah teridentifikasi sebanyak 40 orang, dengan 30 orang dievakuasi dalam keadaan selamat dan 10 korban lainnya dinyatakan meninggal dunia.
Tim SAR Gabungan masih berupaya melakukan pencarian terhadap 25 orang lainnya yang masih belum ditemukan. Dalam operasi ini, sebanyak 1.022 personel gabungan dan 44 alut dikerahkan.
Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI, Ribut Eko Suyatno, menyatakan bahwa perpanjangan operasi ini dilakukan atas dasar kemanusiaan dan untuk memastikan bahwa semua korban dapat ditemukan.
“Atas dasar kemanusiaan, operasi pencarian diperpanjang hingga tiga hari ke depan, mengingat masih adanya korban yang perlu kita evakuasi,” ujar Deputi Operasional dan Kesiapsiagaan Basarnas, Laksamana Muda TNI, Ribut Eko Suyatno, Selasa (8/07/2025).
Tim SAR Gabungan juga melakukan pendeteksian objek bawah laut yang diduga bangkai kapal menggunakan magnetometer, multibeam echosounder, side scan sonar, dan ROV.
Laksamana Muda TNI, Ribut Eko Suyatno menambahkan, berdasarkan hasil penelusuran, terdapat tujuh titik referensi pendeteksian yang diduga bangkai kapal. Tim fokus pada tiga titik yang menunjukkan adanya logam di lokasi-lokasi tersebut.
“Pencarian yang dilakukan kapal-kapal di permukaan ke arah selatan, untuk sementara belum membuahkan hasil. Sementara pendeteksian bawah air yang dilakukan oleh KRI Pulau Fanildo dan Tim Hidrografi mendeteksi beberapa titik referensi yang diduga kapal,” ungkapnya.
Danguspurla Koarmada II Laksamana Pertama TNI, Endra Hartono menambahkan, berdasarkan hasil penelusuran menggunakan side scan sonar, terdapat tujuh titik referensi pendeteksian yang diduga bangkai kapal.
“Ada tujuh titik referensi pendeteksian. Dan hari ini kita fokus di tiga titik, karena hasil scanning menunjukkan adanya logam di lokasi-lokasi tersebut,” jelasnya.
Namun setelah dilakukan penelusuran lebih mendalam menggunakan side scan sonar, lanjut Laksamana Pertama TNI, Endra Hartono, lokasi objek yang diduga bangkai KMP Tunu Pratama Jaya berada sekitar 30 meter dari kabel bawah laut yang ada di Selat Bali.
“Untuk hasil tiga dimensi gambaran di bawah air, masih dalam proses tim Hidrografi,” tutupnya.(kur/lio)









