Reses di Magetan, Agus Black Hoe Bakal Perjuangkan Pengadaan Mobil Siaga

Agus Black Hoe saat memberikan sambutan
Agus Black Hoe saat memberikan sambutan

Magetan, blok-a.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Black Hoe, menggelar kegiatan Reses II Tahun 2025 di Balai Desa Purwodadi, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan, Sabtu (5/7/2025).

Agenda ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dengan masyarakat, dalam rangka menyerap aspirasi dan menjalin komunikasi langsung dengan konstituen.

Kegiatan reses ini dihadiri oleh Anggota DPRD Magetan Rita Haryati, jajaran pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan, kepala desa dari Purwodadi, Prampelan, dan Sambirembe, serta tokoh masyarakat dan warga setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Agus menyampaikan sejumlah poin penting terkait arah program aspiratif yang akan diperjuangkannya. Salah satu usulan prioritas yang langsung ditanggapi adalah pengadaan mobil siaga untuk tiga desa sekaligus.

“Saya sudah sampaikan komitmen ini sejak awal. Mobil siaga untuk desa akan menjadi program tahap awal. Ini bentuk kepedulian saya terhadap layanan darurat masyarakat desa,” ujar Agus dengan nada tegas.

Agus menegaskan bahwa kehadirannya di Desa Purwodadi bukan didasarkan pada hasil perolehan suara Pemilu 2024. Ia ingin membuktikan bahwa aspirasi masyarakat harus dihormati tanpa melihat latar belakang politik.

“Saya tidak akan membedakan mana yang memilih dan tidak. Karena yang saya perjuangkan adalah kebutuhan masyarakat, bukan kepentingan pribadi atau politik,” katanya di hadapan peserta reses.

Menurutnya, pendekatan berbasis manfaat dan transparansi menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan antara legislatif dan rakyat. Oleh karena itu, Agus memastikan bahwa program-program yang masuk dalam pokok pikiran (pokir) dewan akan diarahkan untuk pemenuhan kebutuhan langsung di tingkat desa.

Dalam forum tersebut, Agus juga menjelaskan soal penyesuaian masa jabatan anggota DPRD yang kini diperpanjang hingga tahun 2031, berdasarkan putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Ia mengajak masyarakat untuk melihat perpanjangan masa jabatan ini sebagai peluang untuk memperkuat sinergi antara wakil rakyat dan warga.

“Dengan perpanjangan masa jabatan, tentu ruang pengabdian kami bertambah. Maka saya pastikan pokir yang kami bawa, nilainya sekitar 20 miliar per tahun, benar-benar menyentuh kebutuhan rakyat,” jelasnya.

Dalam rangka mempercepat penyaluran program dan penyerapan usulan, Agus memperkenalkan sejumlah tim tenaga ahli (TA) dan penghubung desa yang akan berkoordinasi langsung dengan perangkat desa dan masyarakat. Tim tersebut terdiri dari individu yang kompeten di bidang advokasi, IT, kepemudaan, hingga distribusi bantuan hibah.

Selain itu, Agus juga membagikan nomor pribadinya kepada warga agar komunikasi dapat dijalin secara langsung, tanpa sekat birokrasi.

“Silakan simpan nomor saya. Aspirasi jenengan bisa disampaikan langsung lewat WA. Ini bentuk transparansi dan tanggung jawab saya sebagai wakil panjenengan,” imbuhnya.

Menutup kegiatan resesnya, Agus menekankan bahwa keterlibatannya dalam politik adalah bagian dari panggilan nurani untuk membangun daerahnya. Ia menyebut, pengabdiannya bukan semata karier, melainkan amanat moral yang ia emban dengan sepenuh hati.

“Saya besar di tengah keluarga petani dan pedagang kecil. Maka saya tahu betul kebutuhan masyarakat di desa. Insya Allah, selama saya menjabat, Purwodadi dan desa lainnya tidak akan saya tinggalkan,” tutup Agus disambut aplaus warga.
(nan/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com