Kota Malang, blok-a.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang tengah mempersiapkan website resmi sebagai portal informasi khusus untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) 2025. Langkah ini diambil guna mempermudah kontingen, wisatawan, dan masyarakat umum dalam mengakses segala informasi terkait perhelatan olahraga tingkat provinsi tersebut.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, menyampaikan bahwa website ini nantinya akan menyajikan informasi lengkap seputar Porprov Jatim, termasuk data pendukung lainnya yang dibutuhkan masyarakat maupun pengunjung luar kota.
“Iya, disampaikan (Pemprov Jatim) perlu ada website resmi lokal agar semua pengunjung bisa melihat informasi dan mengaksesnya secara lengkap dan mudah,” kata Baihaqi.
Menurutnya, portal ini akan menjadi pusat informasi terintegrasi yang memuat berbagai kebutuhan publik. Mulai dari jadwal pertandingan, lokasi venue, informasi penginapan, fasilitas kesehatan, hingga akses lalu lintas dan rekomendasi destinasi wisata.
“Informasi mulai dari venue, jadwal pertandingan, rumah sakit rujukan, destinasi wisata, penginapan, dan lainnya, akan ada semua terintegrasi,” jelasnya.
Disporapar saat ini tengah melakukan koordinasi teknis bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Malang untuk mematangkan pengelolaan dan sistem pengembangan portal digital tersebut. Target peluncuran ditetapkan sebelum pembukaan resmi Porprov yang dijadwalkan pada akhir Juni 2025.
“Masih kami bahas dan dikoordinasikan oleh Diskominfo. Karena terkait terobosan ini harus matang, karena berbagai informasi hingga kondisi lalu lintas akan tersedia di situ,” lanjut Baihaqi.
Lebih dari sekadar penyediaan informasi, Baihaqi juga menilai bahwa kehadiran portal ini berpotensi mendorong pertumbuhan sektor pariwisata. Dengan estimasi 20 ribu atlet yang hadir, ditambah official, keluarga atlet, dan wisatawan lain, ia memperkirakan peningkatan kunjungan bisa mencapai 15 persen selama Porprov berlangsung.
“Kalau biasanya kunjungan sekitar 3 juta orang per tahun, dengan atlet saja mencapai 20 ribu orang, belum termasuk official, keluarga, dan wisatawan lain, dampaknya ke ekonomi dan promosi wisata pasti besar. Dan hal ini untuk mendukung dan memperkuat semuanya,” pungkasnya. (yog/bob)









