Kabupaten Malang, blok-a.com – Program kolaborasi Indonesia Bersih untuk penanganan sampah antara Pemkab Malang dan juga Alliance To End Plastic Waste (AEPW) masih terus bergulir.
Kekinian, kerja sama itu diimplementasikan dengan bantuan alat pemilahan sampah, seperti dua pikap, 23 motor roda tiga, ribuan tong sampah, hingga truk loader. Semuanya untuk pemilahan sampah. Total bantuannya Rp4,7 miliar.
Bupati Malang, HM Sanusi menjelaskan, program Indonesia Bersih dengan bantuan tersebut adalah permulaan untuk membereskan masalah persampahan di Kabupaten Malang.

“Ini kita semuanya nanti bersama-sama menyelesaikan problem sampah di Kabupaten Malang khususnya yang sudah menumpuk di tiga TPA, yaitu Talangagung, Paras, dan Randuagung.”
Program Indonesia Bersih dengan AEPW ini sendiri bakal juga melibatkan Divif 2 Kostrad, dan Universitas Brawijaya (UB). Kedua institusi ini dilibatkan mendaur ulang sampah organik menjadi pupuk organik, dan mendaur ulang sampah anorganik atau plastik.
“Nanti kita kerja samakan nanti dengan Pangdivif 2 Kostrad dengan (Universitas) Brawijaya, pak rektor untuk sama-sama menangani persampahan ini,” tuturnya.
Terpisah, Plt Kepala DLH Kabupaten Malang, Ahmad Dzulfikar Nurrahman menjelaskan, bantuan alat pemilah sampah AEPW itu bakal digunakan untuk mengelola sampah 5 ribu kepala keluarga di 12 desa di Kecamatan Poncokusumo dan Tumpang yang menjadi percontohan program Indonesia Bersih.

“Esensi dari program ini adalah masyarakat bisa memilah sampah dari rumah. Karena dengan sampah itu terpilah antara sampah basah atau sampah kering. Kita mengelolanya lebih ringan,” jelasnya.
Pemilahan sampah para warga sendiri dipermudah dengan bantuan pikap yang dimodifikasi ada warna hijau dan kuning. Warna kuning untuk sampah kering atau anorganik, sementara warna hijau untuk sampah basah atau organik.
“Kita harapkan bisa terlaksana karena tong sampah ya ada dua, kita kasih secara gratis tong sampahnya. Yang penting masyarakat bisa memilah,” jelasnya.
Sementara itu, edukasi pemilahan sampah ini masih tetap dilakukan di 12 desa percontohan itu. Avi, sapaan karibnya, menjelaskan, jika warga di 12 desa ini berhasil memilah sampah dari rumah, mampu mengurangi penumpukan sampah hingga 30 ton per hari di Kabupaten Malang. Lingkungannya pun bakal lebih asri dan terawat sehingga mampu menginspirasi desa-desa lainnya.
“Kurang lebih kan potensi penumpukan 1.200 ton per hari yang kita kelola masuk TPA 600 ton per hari. Untuk sementara ini untuk 12 desa jadi 30 ton bisa terkurangi,” tuturnya. (bob)









